У нас вы можете посмотреть бесплатно Prof. Quraish Shihab | Seluruh Alumni Al-Azhar di Dunia Sangat Bangga Dengan Kehadiran Presiden RI или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Mantan Ketua Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (OIAA) Cabang Indonesia, Quraish Shihab menyampaikan rasa bangga, Kamis (19/10). Alasannya, karena pada acara penutupan Muktamar Konferensi Internasional dan Multaqa IV alumni Al-Azhar, di Islamic Center Mataram NTB, Presiden RI Ir H Joko Widodo hadir. Di hadapan presiden ke-7 RI itu, Quraish Shihab mengatakan, seluruh alumni Al-Azhar dunia tersanjung, bergembira dan merasa bangga atas kedatangan Presiden. “Koran terbesar di Mesir akan memberitakan kedatangan pak Presiden di acara Muktamar Alumni Al-Azhar ini,” ungkapnya, Kamis (19/10). Dia mengaku, Universitas Al-Azhar memiliki beberapa prinsip yakni selalu mengedepankan moderasi, toleransi dan pahami eks keagamaan. Karena, keberadaan para non muslim memiliki hak yang sama sebagai warga negara. Sehingga, salah satu deklarasi yg diputuskan dalam konferensi itu adalah, Al-Azhar harus saling menghormati seluruh pendapat demi kedamaian. “Ada 13 negara ikut hadir pada kesempatan ini, hadir juga tokoh beberapa nasional yang miliki pemikiran bagus yang selalu kedepankan moderasi dan toleransi,”kata dia. Ketua terpilih OIAA Cabang Indonesia, TGH M Zainul Majdi juga Gubernur NTB, menyampaikan perlunya memperluas jaringan alumni Al-Azhar dengan membuka cabang di seluruh belahan dunia. Caranya, dengan bersama-sama dan bahu membahu memerangi pemikiran ekstrem dan radikal, antara lain pemikiran yang menghalalkan darah dan tindakan kriminal dengan mengatasnamakan agama. Kemudian menyusun rencana dan langkah kongkrit terkait wacana keagamaan kontemporer yang melandasi kerukunan hidup umat manusia, menjauhi ujaran kebencian dan tindak kekerasan, menghormati sesama manusia, memelihara kehormatan jiwa, mencintai tanah air dan bela negara, serta mengukuhkan sikap moderat dan toleran