У нас вы можете посмотреть бесплатно RI Swasembada Beras, Tapi Mengapa Harganya Masih Mahal? или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Dalam agenda panen raya di Karawang (7/1), Presiden Prabowo Subianto mengumumkan bahwa Indonesia telah berhasil mencapai swasembada pangan. Berdasarkan data BPS, produksi beras tahun 2025 melonjak signifikan sebesar 13,36% menjadi 34,71 juta ton, memecahkan rekor tertinggi sepanjang sejarah melampaui capaian era Soeharto. Prestasi ini tergolong luar biasa karena tercapai hanya dalam waktu satu tahun dari target awal empat tahun. Namun, di balik kesuksesan produksi tersebut, harga beras di pasaran terpantau masih tinggi dan melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Pengamat pertanian menilai kenaikan ini merupakan dampak dari penyesuaian harga Gabah Kering Panen (GKP) menjadi Rp6.500 per kilogram yang menaikkan biaya modal di tingkat penggilingan. Meski demikian, secara regional harga beras di Indonesia diklaim masih menjadi yang termurah di kawasan ASEAN menurut data Global Product Prices.