У нас вы можете посмотреть бесплатно Gajah Palembang - Penelitian Sejarah, Akar Konflik Gajah & Manusia serta Solusi Di Sumatera Selatan или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Gajah Palembang Video Ini dibuat dalam Rangka Penelitian Gajah Palembang.. penelitian ini bertujuan mencari sejarah, akar konflik dan solusi yang dapat ditempuh dalam penanganan konflik gajah dan manusia di Sumatera Selatan Kecamatan air sugihan adalah salah satu daerah di sumatera selatan yang menjadi habitat gajah sumatera, ratusan populasi gajah liar masih hidup dengan bebas di alam Kecamatan Air Sugihan,gajah hidup dengan kelompok-kelompok kecil, gajah ini bermigrasi secara musiman bergantung pada ketersediaan makanan dan air. Gajah punyo Ingatan atau memori yang panjang. Mereka mampu mengingat lokasi pasokan air ataupun makananan di sepanjang rute yang dilewati. Gajah-gajah liar ini sudah ada sejak ratusan tahun lalu bahkan mungkin lebih dari itu, dikarenakan daerah ini awalnya adalah hutan liar yang tidak berpenghuni, sampai akhirnya di tahun 1980an mulailah gajah berinteraksi dengan manusia dan mulai berkurangnya luasan hutan, dimasa inilah konflik dengan gajah mulai terjadi, yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana awalnya perkampungan di air sugihan ini ada dan bagaimana hutan alami bisa berkurang? Pada masa kolonial Belanda Kabupaten OKI masuk lingkungan Onder-Afdeeling Komering Ilir, Kawasan Air Sugihan merupakan wilayah ulayat marga yang pada tahun 1979 Dewan Marga melepaskan hak ulayat tersebut kepada pemerintah untuk dijadikan wilayah transmigrasi. UPT Air Sugihan merupakan proyek Orde Baru dengan membangun pemukiman yang terletak di Kabupaten Musi Banyuasin (sebelum dimekarkan dengan Kabupaten Banyuasin) dan Kecamatan Air Sugihan OKI. transmigrasi dipertama di daerah air sugihan pada tahun 1980 dengan membentuk 2,137 KK yang tersebar kabupaten musi banyuasin dan OKI, Setiap kepala keluarga transmigran mendapatkan 2 hentare sawah plus 1/8 hektare tanah lokasi (tanah rumah) dari pemerintah, dari sinilah masyarakat mulai berkembang yang sekarang menjadi penduduk asli di air sugihan Selain hadirnya masyarakat, kawanan gajah ini juga menghadapi semakin hilangnya hutan alami di habitatnya, secara geografis air sugihan dulunya masuk dalam marga tulung selapan OKI. Baik pada masa kesultanan Palembang ataupun di masa colonial. Dimasa ini air sugihan merupakan hutan tropis yang sangat lebat, menurut cerita penduduk, awal kisah pada tahun 1970 di masa orde baru hutan alam dibabat oleh pebalakan komersial yang hanya menyisakan 37 pesen di tahun 1978, kemudian adanya penghapusan system pemerintahan lokal di sumatera selatan yaitu pemerintahan marga membuat pemalakan semakin tidak terkendali, dalam kurun waktu 1980-1985. Hutan tropis alami hanya menyisakan 17 persen, kemudian keluar harapan dengan diterbitkannya aturan pelarangan illegal loging, namun harapan ini seolah sirna melihat kenyataan pada tahun 1986-1992 pemalakan tetap berlangsung hingga menyisakan 6 persen di tahun 1992, dan akhirnya cerita berakhir di tahun 1997 dimana tidak ada lagi hutan alam tropis yang tersisa di Air Sugihan ini,dulunya dipenuhi dengan pohon yang sangat berharga seperti meranti, terentang, pulai, ramin dan sebagainya. Namun kondisinya berbeda dengan sekarang yang dipenuhi hamparan tanah merah dan perkebunan, Dengan hilangnya hutan dan mulai adanya penduduk, dimasa inilah interaksi antara gajah dan masyarakat mulai terjadi, sejak awal adanya transmigrasi sudah mulai terjadi gajah masuk ke lahan pertanian, kebun bahkan hingga ke kampung-kampung masyarkat , perilaku kawanan gajah ini saat memasuki kampung akan merusak apapun yang ditemuinya, bahkan beberapa kejadian hingga menghancurkan rumah warga, tak bisa dihindarkan yang akhirnya konflik antara gajah dan manusia terjadi di daerah ini, namun di sisi lain gajah adalah hewan yang dilindunggi dan apabila terjadi pembantaian gajah, Indonesia akan menjadi sorotan di mata internasional Berita konflik gajah kepada masyarakat transmigrasi di air Sugihan ini pun sampai ke presiden soeharto melalui emir Salim selaku menteri Negara kependudukan dan lingkungan hidup,disampaikan Puluhan tentara berencana menembak ratusan gajah Sumatera yang berjumlah 242 ekor , Namun, Presiden Soeharto memerintahkan Brigjen Try Sutrisno sebagai panglima Kodam IV Sriwijaya ketika itu untuk tidak melakukan penembakan melainkan memindahkan ratusan gajah Sumatera ke tempat lain, perintah ini dinamakan sebagai Operasi Ganesha. satuan tugas Operasi Ganesha ini dipimpin oleh Letkol I Gusti Kompyang (IGK) Manila, seorang perwira POM/Polisi Militer, alumni dari Operasi Dwikora. Dengan 400 orang satgas dengan dibantu unsur-unsur terkait termasuk masyarakat, proses dilakukan dengan memindahkan ratusan gajah Sumatera sejauh 70 km dari Air Sugihan ke Lebong Hitam, Lampung. Operasi dimulai pada 15 November 1982 dan berakhir pada tanggal 22 Desember 1982 atau 44 hari #palembang #wisatapalembang #sejarahpalembang #mangdayat #sumsel #sumateraselatan #sejarah #budaya #wisata #ulamapalembang #mangdayatpalembang #tempodulu #jamandulu #indonesia #sumatera #palembangnian #tokohpalembang #channelmangdayat