У нас вы можете посмотреть бесплатно Kuliner Khas Kota Solo ini Berkhasiat Memutihkan Kulit, Pernah Coba? или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
TRIBUNSOLO.COM - Di jantung Kota Solo, tepatnya di sekitar Pasar Gede Hardjonagoro, ada satu kuliner tradisional yang selalu diburu warga setiap pagi: tahok. Minuman hangat berbahan saripati kedelai ini bukan sekadar sajian sederhana. Tahok menyimpan cerita panjang tentang pertemuan budaya Tionghoa dan Jawa yang telah berlangsung ratusan tahun di Kota Bengawan. Salah satu penjual legendarisnya adalah Tahok Pak Citro. Usaha yang dirintis sejak puluhan tahun lalu ini kini diteruskan oleh Sentot, generasi kedua keluarga tersebut. Setiap pagi sejak pukul 05.00 WIB, gerobak biru sederhana miliknya selalu dikerumuni pembeli. Kuah jahe yang hangat, dipadukan dengan gula dan rempah seperti serai, daun jeruk, serta pandan, membuat semangkuk tahok terasa begitu menenangkan. Dengan harga sekitar Rp10 ribu, kuliner sederhana ini menjadi bagian dari tradisi pagi masyarakat Solo. Lebih dari sekadar makanan, tahok adalah cerita tentang akulturasi budaya, sejarah perdagangan di tepian Bengawan Solo, serta keteguhan menjaga cita rasa dari generasi ke generasi.