У нас вы можете посмотреть бесплатно PRABOWO X TRUMP: Misi Rahasia atau Deal Ekonomi Gila-gilaan di Washington? 🇺🇸🇮🇩 или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Selasa siang, 17 Februari 2026. Garuda Indonesia-1 mendarat mulus di Pangkalan Militer Andrews. Di bawah tangga pesawat, Pak Bowo disambut hangat Dubes RI dan petinggi militer AS dan kemudian Langsung menuju hotel untuk persiapan Bertemu Presiden Trump. Presiden Prabowo tidak datang sendirian. Dalam rombongan intinya, tampak hadir Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, serta Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya. Komposisi penyampaian ini seolah-olah memberikan sinyal kuat kepada publik bahwa negosiasi yang akan terjadi di meja perundingan nanti akan sangat kental dengan isu ekonomi, investasi, dan ketahanan energi. Langkah ini dinilai sebagai upaya "jemput bola" yang agresif namun perlu dilakukan di tengah dinamika ekonomi global. Kehadiran menteri teknis dan orang-orang kepercayaan presiden menegaskan bahwa Indonesia menginginkan pelaksanaan kebijakan yang cepat, bukan sekedar basa-basi diplomasi. Agenda utama yang paling dinantikan dari kunjungan ini adalah pertemuan bilateral dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya telah mengkonfirmasi bahwa fokus pertemuan ini adalah Penguatan Kerja Sama Strategis. Pertemuan antara Prabowo dan Trump menarik perhatian pengamat internasional, mengingat keduanya sering dikarakteristikkan sebagai figur pemimpin yang tegas (pria kuat). Publik kini menanti, apakahkimiaantara kedua pemimpin ini mampu menerjemahkan kedekatan pribadi menjadi keuntungan ekonomi riil bagi Indonesia? Narasi utama yang dibawakan adalah "meningkatkan rantai ekonomi dan produktivitas industri dalam negeri". Hal ini menyiratkan ambisi Indonesia untuk tidak lagi sekedar menjadi pasar, melainkan bagian integral dari rantai pasok industri global yang dikendalikan Amerika Serikat. Kendati langkah diplomasi langsung ke Gedung Putih ini patut diapresiasi, tantangan terbesar bagi pemerintahan Prabowo adalah membawa pulang hasil nyata. Di mata publik dan pelaku usaha, keberhasilan kunjungan ini tidak akan diukur dari seberapa hangat jabatan antara kedua presiden, melainkan dari seberapa besar komitmen investasi yang masuk dan potensi lapangan kerja yang tercipta. Pertanyaan kuncinya: apakah ini akan menjadi kesepakatan riil atau sekadar janji di atas kertas? Selain agenda ekonomi, Presiden Prabowo juga menghadiri pertemuan perdanaDewan Perdamaian 'Board of Peace'. Kehadiran Indonesia dalam forum ini menegaskan posisi tanah air sebagai "juru damai" yang diperhitungkan di kancah internasional. Kunjungan ini menjadi ujian sekaligus pembuktian diplomasi tingkat tinggi (Diplomasi Tingkat Tinggi) ala Prabowo di tahun 2026. Dengan kombinasi misi ekonomi dan peran geopolitik, Indonesia berharap dapat memperkuat posisi tawar di mata dunia, sekaligus memberikan dampak positif bagi penguatan Rupiah dan iklim investasi dalam negeri.