У нас вы можете посмотреть бесплатно Cuaca Panas Menyengat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Akhir-akhir Ini, BMKG Ungkap Penyebabnya или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru TRIBUN-VIDEO.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) buka suara soal suhu panas menyengat yang belakangan melanda sejumlah daerah di Indonesia. Di media sosial, warganet mengeluhkan suhu udara panas yang tak biasa dirasakan sepanjang hari. BMKG mencatat, suhu tertinggi mencapai 36,6 derajat Celsius di Stasiun Meteorologi Tardamu, Nusa Tenggara Timur. Beberapa wilayah lain juga mengalami suhu di atas 36 derajat Celsius, seperti Stasiun Klimatologi Jawa Tengah (36,2 derajat Celsius) dan Stasiun Meteorologi Kertajati (36,2 derajat Celsius). Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, menjelaskan bahwa suhu panas belakangan ini merupakan dampak dari masa peralihan musim atau pancaroba. "Fenomena ini erat kaitannya dengan masa peralihan musim atau pancaroba, dari kemarau menuju musim hujan," kata Guswanto, dikutip dari Tribunnews.com, Selasa (14/10/2025). Ia menambahkan, pemanasan permukaan Bumi yang kuat turut memperburuk kondisi udara panas. Pada pagi hingga siang hari, sinar Matahari memanaskan permukaan Bumi secara intens karena langit relatif cerah tanpa awan tebal. Lebih lanjut, Guswanto mengatakan bahwa bulan Oktober merupakan periode transisi dari musim kemarau menuju musim hujan. Fase pancaroba ini diperkirakan berlangsung hingga 16 Oktober 2025 di sebagian besar wilayah Indonesia. Sebagai akibatnya, pola cuaca menjadi tidak menentu. Siang hari akan terasa panas ekstrem, namun sore bisa saja turun hujan deras. BMKG pun mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap cuaca ekstrem yang kerap muncul selama masa pancaroba. "Udara panas yang dirasakan pagi dan malam hari bukanlah gelombang panas, melainkan bagian dari dinamika atmosfer saat masa peralihan," sambungnya. (Tribun-Video.com) Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Penjelasan BMKG soal Fenomena Panas Ekstrem di Indonesia: Pola Cuaca Tak Menentu, https://www.tribunnews.com/regional/7.... Program: Tribunnews Update Host: Agung Tri Laksono Editor Video: Muhammad Taufiq Rahman Setyawan Uploader: Bintang Nur Rahman #suhupanas #bmkg #pancaroba #kemarau #musimhujan #guswanto #cuacaekstrem #nusatenggaratimur #indonesia #fenomena