У нас вы можете посмотреть бесплатно 🔴LIVE: Perang Batal? Trump Urungkan Niat Gempur Iran Usai Teheran Batalkan Eksekusi Masal Demonstran или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru TRIBUNJAKARTA.COM - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berterima kasih kepada kepemimpinan Iran, setelah mengatakan bahwa Teheran telah membatalkan eksekusi terhadap ratusan demonstran yang ditangkap dalam penindakan brutal. Donald Trump berulang kali mengancam akan melakukan aksi militer terhadap Iran selama dua minggu terakhir untuk membantu para demonstran, di mana kelompok hak asasi manusia mengatakan pasukan Iran telah membunuh ribuan orang. Namun, Trump kini dikabarkan menahan diri untuk tidak ikut campur setelah mengatakan pada Rabu (14/1/2026) bahwa ia telah diberitahu jika pembunuhan telah berhenti. “Saya sangat menghargai fakta bahwa semua eksekusi gantung yang dijadwalkan kemarin (lebih dari 800 orang) telah dibatalkan oleh pimpinan Iran. Terima kasih!” tulis Trump di jejaring sosial Truth Social miliknya, Jumat (16/1/2026). Kata Kelompok HAM Diberitakan Al Arabiya, tindakan keras Iran disebut telah meredam protes secara luas untuk saat ini, menurut sebuah kelompok hak asasi manusia dan warga setempat. Sementara itu, media pemerintah melaporkan lebih banyak penangkapan pada Jumat, di tengah ancaman AS untuk campur tangan jika pembunuhan terus berlanjut. Dengan terhambatnya arus informasi dari Iran akibat pemadaman internet, beberapa warga Teheran mengatakan ibu kota itu tenang sejak Minggu (11/1/2026). Mereka mengatakan drone terbang di atas kota, di mana mereka tidak melihat tanda-tanda protes pada hari Kamis atau Jumat. Kelompok hak asasi manusia Iran-Kurdi Hengaw mengatakan bahwa tidak ada aksi protes sejak hari Minggu, dan menyatakan bahwa "lingkungan keamanan tetap sangat ketat". “Sumber independen kami mengkonfirmasi kehadiran militer dan keamanan yang besar di kota-kota tempat protes sebelumnya terjadi, serta di beberapa lokasi yang tidak mengalami demonstrasi besar,” kata Hengaw yang berbasis di Norwegia dalam komentarnya kepada Reuters. Seorang warga lain di sebuah kota di utara Laut Kaspia mengatakan bahwa jalanan juga tampak tenang. Para warga menolak untuk disebutkan identitasnya demi keselamatan mereka. Setelah ancaman berulang Presiden Donald Trump untuk melakukan aksi militer terhadap Iran sebagai dukungan terhadap para demonstran, kekhawatiran akan serangan AS telah mereda sejak Rabu, ketika Trump mengatakan bahwa ia telah diberitahu bahwa pembunuhan dalam penindakan tersebut mulai berkurang. Sekutu AS, termasuk Arab Saudi dan Qatar, melakukan diplomasi intensif dengan Washington pekan ini untuk mencegah serangan AS, dan memperingatkan konsekuensi bagi kawasan yang lebih luas yang pada akhirnya akan berdampak pada Amerika Serikat, kata seorang pejabat Teluk. Demonstrasi dimulai pada 28 Desember 2025 sebagai protes atas runtuhnya mata uang rial Iran, karena ekonomi negara itu tertekan oleh sanksi internasional yang sebagian diberlakukan terkait program nuklirnya. Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Iran Batalkan Eksekusi Ratusan Demonstran, Trump Ucapkan Terima Kasih: Saya Sangat Menghargai, https://www.tribunnews.com/internasio.... Penulis: Nuryanti Editor: Garudea Prabawati Editor Video : Ilham Bintang Anugerah Jangan lupa follow akun-akun sosial media TribunJakarta.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya: YouTube: / @tribunjakarta Facebook: https://www.facebook.com/profile.php?... Saluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaS7... TikTok: https://www.tiktok.com/@tribun.jakart... Instagram: / tribunjakarta #ASIran #DonaldTrump #Iran #KonflikTimurTengah #BeritaInternasional #HAM #Geopolitik