У нас вы можете посмотреть бесплатно NERAKA TURUN DI TELUK PERSIA❗️81 RUDAL BALISTIK SEBERAT 17 TON IRAN RATAKAN ARMADA AMERIKA ‼️ или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
NERAKA TURUN DI TELUK PERSIA❗️81 RUDAL BALISTIK SEBERAT 17 TON IRAN RATAKAN ARMADA AMERIKA ‼️ 🔥 DESKRIPSI YOUTUBE 🔥 Langit Teluk Persia berubah menjadi neraka dalam hitungan menit. Puluhan rudal balistik raksasa melesat dari daratan Iran, menembus batas imajinasi tentang kecepatan, massa, dan kehancuran. Sistem pertahanan laut paling legendaris di dunia—Aegis—dipaksa menghadapi hujan besi yang datang berlapis, terkoordinasi, dan tanpa ampun. Targetnya bukan simbol kecil. Yang dibidik adalah gugus kapal induk Amerika Serikat, dipimpin oleh USS Dwight D. Eisenhower, dikawal kapal penjelajah dan perusak tercanggih. Dalam skenario ini, Operasi Syahadat-3 menjadi jawaban Iran atas matinya diplomasi dan kegagalan perundingan nuklir. Bukan serangan asimetris—ini konfrontasi langsung, mahal, dan menghancurkan secara psikologis. Gelombang pertama rudal Ghadr memecah fokus pertahanan. Gelombang berikutnya, Emad bermanuver di fase akhir, menipu intersepsi dan membanjiri sistem. USS Monterey menerima pukulan maut di anjungan. USS Mason hancur dan tenggelam. Kapal induk raksasa itu sendiri lumpuh total—sebuah momen yang meretakkan mitos invulnerabilitas armada laut AS. Video ini mengurai: • Bagaimana taktik swarming dan koordinasi C4ISR mengubah keseimbangan tempur • Mengapa rudal balistik MRBM menjadi “palu godam” baru di laut • Dampak global: harga minyak melonjak, Selat Hormuz terguncang, sekutu terdiam • Dilema Washington: balas total atau telan kekalahan strategis • Arti runtuhnya deterrence setelah kegagalan JCPOA Ini bukan sekadar cerita perang. Ini adalah peringatan: ketika diplomasi mati, logika kehancuran mengambil alih—dan biayanya dibayar seluruh dunia. 👇 Tonton sampai habis untuk memahami apa yang benar-benar berubah di Timur Tengah dan mengapa satu jam di Teluk Persia bisa mengguncang tatanan global. 👍 Like | 💬 Komentar | 🔔 Subscribe untuk analisis geopolitik tajam tanpa basa-basi. ⚠️ DISCLAIMER PENTING Konten ini adalah skenario hipotetis/analitis untuk eksplorasi strategis dan studi kasus. Bukan laporan kejadian nyata. Semua peristiwa, kerusakan, dan hasil pertempuran adalah konstruksi naratif untuk tujuan analisis geopolitik dan militer. Situasi keamanan di Teluk Persia tetap kompleks dan dinamis. DISCLAIMER: Cerita ini adalah fiksi spekulatif yang disusun untuk keperluan edukasi, refleksi geopolitik, dan pembelajaran naratif. Seluruh tokoh, tempat, dan kejadian dalam narasi ini merupakan hasil imajinasi kreatif dan tidak ditujukan untuk menyerang, menyudutkan, atau menyebarkan kebencian terhadap individu, negara, agama, atau kelompok mana pun. Harapan kami, melalui cerita ini, publik dapat merenungkan betapa rapuhnya perdamaian, dan mengapa dialog jauh lebih berharga daripada peluru dan bom. Vidio dan gambar ini hanyalah ilustrasi bertujuan untuk hiburan bukan asli atau nyata ,tidak bermaksud untuk menjatuhkan,atau menyudutkan pihak manapun ⚠️Konten ini sepenuhnya merupakan karya fiksi. Nama, karakter, tempat, peristiwa, dan kejadian yang digambarkan hanyalah hasil imajinasi penulis. Jika terdapat kesamaan dengan kejadian nyata, baik yang hidup maupun yang telah tiada, itu adalah kebetulan semata dan tidak disengaja. ⚠️ Catatan: Video ini adalah cerita fiksi berbasis analisis geopolitik dan imajinasi militer futuristik. Tidak menggambarkan kejadian nyata.