У нас вы можете посмотреть бесплатно GANDHI, HATTA, DAN BANG ALI: KETIKA HUKUM BICARA LEWAT SUARA HATI-BDM READING NOTES EPS 12 или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Di negeri yang semakin bising oleh ambisi kekuasaan, kita lupa satu hal paling sederhana: karakter. Dalam BDM Reading Notes kali ini, saya membaca Jendela-Jendela Suara Hati karya Prof. Dr. I Gede Dewa Palguna. Buku ini tidak menguliahi hukum. Ia justru bertanya: masih adakah suara hati dalam kekuasaan? Melalui refleksi tentang Mahatma Gandhi, Mohammad Hatta, dan Ali Sadikin, kita diingatkan: Gandhi menunjukkan keberanian moral. Hatta hidup dalam integritas yang sunyi—bahkan tak mampu membeli sepatu Bally. Bang Ali berkuasa tanpa alergi kritik—bahkan membiayai LBH yang menggugat kebijakannya sendiri. Bandingkan dengan hari ini. Kita hidup di zaman ketika jabatan dikejar, tetapi karakter diabaikan. Ketika kekuasaan sensitif pada kritik, tetapi tumpul pada nurani. Ketika “ban serep” bisa tiba-tiba menjadi pengendali arah bangsa. Pertanyaannya sederhana: Jika suatu pagi kekuasaan berpindah tangan, apakah yang naik benar-benar siap—dalam kualitas dan dalam integritas? Buku ini seperti tamparan halus: bahwa hukum, konstitusi, dan demokrasi pada akhirnya bukan soal teks, melainkan soal manusia.