У нас вы можете посмотреть бесплатно Anggota Brimob Kembangkan Usaha Arang Briket или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
KABUPATEN GORONTALO, KOMPAS.TV - Berawal di tahun 2015, seorang anggota brimob Polda Gorontalo, Ipda Arifin Mahajani membuat usaha arang briket di Kabupaten Gorontalo. Di luar jam dinas sebagai aparat kepolisian, Ipda Arifin awalnya hanya sebagai pembakar arang yang ditekuninya selama satu tahun. Ia kemudian mengembangkan usaha arang briket. Tempurung kelapa menjadi bahan dasar pebuatan arang briket. Arang yang dibeli dari petani kemudian di jemur hingga kering. Setelah kering tempurung kelapa kemudian dibakar, namun proses pembakarannya perlu kehati-hatian, lantaran saat pembakaran tidak boleh terlihat api yang membesar karena seluruh tempurung akan hangus terbakar menjadi abu. Dari proses pembakaran ini menghasilkan dua jenis arang, yakni arang karbon dan arang briket. Arang karbon biasa digunakan untuk penjernihan air dan pertambangan. Sementara arang briket banyak digunakan untuk pembakaran yang tidak mengeluarkan asap. Arang briket ini nantinya dikirim ke surabaya dan palu untuk diekspor ke asia seperti jepang dan korea serta eropa. Permintaan arang briket ini meningkat terutama jelang musim dingin di eropa. Harga jual arang briket mencapai 13 ribu rupiah perkilogram, dan dalam seminggu pengiriman bisa mencapai 20 ton, tergantung dari permintaan dan ketersedian bahan baku. Untuk ketersediaan bahan baku, Provinsi Gorontalo menjadi satu dari dua penghasil termpurung kelapa tersesar di Indonesia. Usaha briket arang ini sangat menjanjikan untuk meningkatkan perekonomian, lantaran permintaan ekspor tidak pernah berhenti. Ipda Arifin mahajani telah membuka dua tempat usaha arang briket di Kabupaten Gorontalo dan Kabupaten Pohuwato dengan memperkejakan sekitar 45 orang tenaga kerja.