У нас вы можете посмотреть бесплатно TAKDIR WAYANG KULIT BETAWI SEBAGAI WARISAN BUDAYATAKBENDA или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Film Dokumenter Penerima Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan BPK WIlayah VIII tahun 2025 Jakarta, sebagai akar dan rumah bagi budaya Betawi sudah hampir tidak kelihatan lagi sisi otentiknya. Minimalis aspek tradisional dan kehilangan segala yang sakral. Penduduk Betawi pun tergusur dan terpaksa bertahan di pinggiran Jakarta dan hanya bisa berharap kecil dari kegemilangan serta kejayaan tanah leluhurnya dahulu. Sebutlah beberapa nama itu Jaya Ni’in di Cibubur dan Ki M.Yoce di Tangerang Selatan. Dua sosok yang masih terus merawat peninggalan leluhurnya di tengah globalisasi budaya; mendalang. Nasib wayang kulit Betawi kini seperti pepatah “Tak kenal maka tak sayang”, yang menggambarkan kondisi di mana generasi muda hampir boleh dikatakan tidak mengenal kesenian wayang kulit Betawi sehingga bagaimana bisa menjadi sayang? Di hajatan nikah tidak ada, di kawulan tidak ada, di pertunjukan budaya juga hampir tidak ada. Keadaan semacam ini menjadikan wayang kulit Betawi terancam punah dan dalam beberapa tahun ke depan jika tidak ada upaya nyata dalam melindungi dan melestarikan dari multisektor, maka wayang kulit Betawi benar-benar akan punah, mati seperti manusia yang menyisakan nama. Sudut pandang lain datang dari Sosok Budayawan, Yahya Andi Saputra yang menilai bahwa peran pemerintah saat ini dalam pembinaan kebudayaan seharusnya mengedepankan kearifan lokal di tanah yang dipimpinnya. Dokumenter ini menyoroti dedikasi, nasib kelabu, serta ketulusan mereka para pahlawan budaya di tengah ketidakpastian zaman modern yang melahirkan kolonialisme gaya baru.