У нас вы можете посмотреть бесплатно Mengungkap Bendung Pamarayan Lama 🇮🇩: Cagar Budaya Art Deco Terbesar di Banten | Sejarah Ciujung или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Eksplorasi Bendung Lama Pamarayan , cagar budaya bersejarah di Banten dengan arsitektur Art Deco dan teknologi bendung gerak awal abad ke-20. Penelusuran dimulai dari Stasiun Catang hingga konstruksi bendung yang beroperasi sejak 1939. #SejarahBanten #HeritageIndonesia #pamarayan #bendunggerak #CagarBudaya #urbanexplorations #artdecoarchitecture #IndonesiaHistory #HindiaBelanda https://whatsapp.com/channel/0029Vb7P... • 🇮🇩 Exploring Rangkasbitung Lebak Banten In... Telusuri Cagar Budaya Bendung Lama Pamarayan, salah satu bendung terbesar yang pernah dibangun Pemerintah Hindia Belanda. Berdiri sejak awal abad ke-20, struktur ini memadukan teknik pengelolaan air modern pada zamannya dengan sentuhan arsitektur Art Deco yang masih bisa kita lihat hingga hari ini. Terletak di perbatasan Cikeusal dan Pamarayan, Kabupaten Serang, bendung ini pernah menjadi proyek irigasi terbesar pertama di wilayah Banten, Dalam video ini, saya memulai perjalanan dari Stasiun Catang, menyusuri aliran Sungai Ciujung, memasuki area Bendung Pamarayan Baru beroperasi sejak 1997 menggantikan Bendung Lama Pamarayan, lalu menuju bangunan bendung lama yang dibangun selama lebih dari tiga dekade (1905–1939). Penelusuran jejak aliran Sungai Ciujung, hingga melihat langsung sepuluh pintu air berteknologi hidrolik awal—semuanya direkam secara detail dan informatif. Bendung ini dibangun melalui proses panjang sejak 1905 hingga rampung pada 1939, menghadapi tantangan geologi, banjir, penambangan pasir, serta perubahan alur sungai. Arsitektur Art Deco dan rel lori yang masih tersisa menunjukkan bagaimana infrastruktur air masa lalu dirancang dengan presisi dan estetika. Kita akan melihat: • Perbedaan bendung vs bendungan • Rute aliran Sungai Ciujung lama dan baru • Menara Art Deco dan rel lori pemeliharaan • Inlet, pintu air, serta plat besi buatan Risomes & Rapher Ltd. Inggris • Arsip kolonial, proses konstruksi, dan luas lahan irigasi tahun 1920–1939 • Jejak teknis yang kini nyaris terlupakan Video ini bertujuan mendokumentasikan dan menghadirkan kembali sejarah pengelolaan air di Banten—sebuah fondasi penting bagi pertanian dan kehidupan masyarakat sejak lebih dari satu abad yang lalu. Sangat cocok bagi Anda yang menyukai sejarah, arsitektur kolonial, heritage walk, serta eksplorasi urban. Terima kasih sudah mengikuti perjalanan ini. Jangan lupa like, share, dan subscribe untuk penelusuran sejarah lainnya. The video explores the Old Pamarayan Weir in Banten, a historical heritage site with Art Deco architecture and early 20th-century hydraulic technology. The journey begins at Catang Railway Station and continues to the Ciujung River, leading to the New Pamarayan Weir (0:48) and finally the Old Pamarayan Weir (2:47), which operated from 1939 to 1997. Key highlights from the video include: Location and Accessibility (0:43): The Old Pamarayan Weir is in Serang Regency, Banten, about 3 kilometers from Catang Railway Station. Purpose of a Weir (1:50): A weir is a low structure that raises river water for irrigation without forming a large reservoir. Construction History (4:52): The weir's construction began in 1905 and was completed in 1939, facing challenges like flooding and sandy riverbeds. Materials were transported via Catang Station (6:03). Architectural Features (3:17): The weir is 192 meters long with ten sluice gates (3:27) and features Art Deco towers (7:33) at each end. Technological Details (6:22): It used early hydraulic technology with sluice gate components imported from Risomes and Rapher Ltd., England (6:34). Maintenance and Operation (7:43): Trolley rails on both sides of the weir were used for monitoring and operating the sluice gates. Historical Significance (7:12): The Old Pamarayan Weir was the first large weir built by the Dutch East Indies government, irrigating vast lands (6:58). Modern Replacement (1:37): The New Pamarayan Weir, built from 1992 to 1997, replaced the old one due to deterioration from sand mining. Preservation (11:45): The video emphasizes the importance of preserving cultural heritage sites like the Old Pamarayan Weir to safeguard the memory of historical water management in Banten. Timeline / Linimasa 00:00 – Intro / Introduction 00:42 – Letak Geografis Bendung Lama Pamarayan / Geographic Location of the Old Pamarayan Weir 01:32 – Bendung Pamarayan Baru / New Pamarayan Weir 02:47 – Bendung Lama Pamarayan / Old Pamarayan Weir 04:24 – Halaman Bendung Lama Pamarayan / Courtyard Area of the Old Pamarayan Weir 05:55 – Bagian depan Bendung Lama Pamarayan / Front Section of the Old Pamarayan Weir 07:26 – Bagian belakang Bendung Lama Pamarayan / Back Area of the Old Pamarayan Weir 09:08 – Menara Art Deco / Art Deco Towers 09:48 – Gudang Bendung Lama Pamarayan / Storage Building of the Old Pamarayan Weir 10:48 – Kantor Jaga di Menara / Guard Office inside the Tower 11:18 – Outro / Outro