У нас вы можете посмотреть бесплатно Hukum Yang Terutama (Markus 12 : 28b-34) или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
🛐 KUNTUM, Jumat, 13 Maret 2026. HUKUM YANG TERUTAMA. Hari Biasa - Pekan Prapaskah III Warna Liturgi : Ungu (Hos 14: 2-10/ Mzm 81: 6c-11b, 14, 17/ Mat 4: 17/ Mrk 12: 28b-34) ---------------- Mengasihi: (1) Allah Tritunggal Maha Kudus, (2) Sesama manusia adalah: (1) Perintah, (2) Hukum yang: (1) Terutama, (2) Utama dari-Nya sebagaimana kita bisa baca dalam Injil Markus 12: 30-31. Hal tersebut ditegaskan kembali oleh Yesus Kristus dalam menjawab pertanyaan seorang ahli Taurat yang menghampiri-Nya saat Ia bersoal-jawab dengan orang-orang Saduki (Mrk 12: 28) tentang kebangkitan orang mati pada akhir zaman, dimana jawaban Yesus Kristus ia anggap tepat. Mengasihi Allah Tritunggal Maha Kudus (Mrk 12: 30): (1) Tidak boleh setengah-setengah, (2) Harus setiap saat sepanjang: (1) Hidup, (2) Kehidupan kita. Tetapi dalam kenyataannya hal tersebut sulit untuk dilakukan saat ini, salah duanya dikarenakan: (1) Berkembangnya teknologi, (2) Arus modernisasi. Manusia mulai lebih mencintai teknologi dari pada Allah Tritunggal Maha Kudus, contoh: orang lebih asyik memainkan HP-nya meski sedang mengikuti Misa di dalam Gereja. Atau contoh lain, meski di dalam HP ada aplikasi yang berisi: (1) Alkitab, (2) Bahan renungan, (3) Bacaan rohani, (4) Doa-doa tetapi hati: (1) Lebih cenderung tertarik pada hal-hal yang duniawi, (2) Sementara yang rohani mulai dikesampingkan. Oleh sebab itu, jika kita ingin mendapat: (1) Penghiburan, (2) Kekuatan sejati di dalam: (1) Hidup, (2) Kehidupan ini maka mulailah kembali belajar untuk tidak mencari dalam: (1) Benda, (2) Materi duniawi semata, tetapi kita harus kembali kepada Allah Tritunggal Maha Kudus, Sang Pemberi serta Pemelihara segalanya. Adapun: (1) Tuntutan, (2) Perintah untuk mengasihi sesama manusia (Mrk 12: 31) dilakukan sama halnya dengan mengasihi diri sendiri. Sebagai manusia, kita tentu tidak ingin diri kita: (1) Diperdaya, (2) Di hina, (3) Disakiti, tetapi sebaliknya ingin: (1) Dihargai, (2) Dicintai, (3) Disayangi. Apa yang dikehendaki manusia pada dirinya sendiri itulah yang seharusnya diperbuat bagi sesamanya, karena: "Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka” (Mat 7:12a). Dalam mengasihi sesama pun tetap harus tanpa syarat, artinya menerima setiap: (1) Kelebihan, (2) Kekurangan yang dimiliki orang lain, termasuk kepada orang yang telah: (1) Menyakiti, (2) Mengecewakan, (3) Membenci kita. Dalam Hukum Taurat dinyatakan perintah kasih kepada sesama manusia adalah seperti kepada dirimu sendiri. Tetapi dalam Perjanjian Baru, Yesus Kristus menyempurnakan perintah kasih itu lalu yang dijadikan pedoman bukan lagi diri kita semata, melainkan juga Yesus Kristus sendiri dimana: “… supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu” (Yoh 15:12). Kerajaan Allah ialah hadirnya kasih seorang terhadap sesama karena Allah adalah kasih seperti tertulis dalam kitab Surat Yohanes Yang Pertama (1 Yoh 4: 8) yaitu: “Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih”. Kasih ini juga telah Yesus Kristus perintahkan kepada para murid-Nya: “Inilah perintah-Ku supaya kamu saling mengasihi. Sama seperti Aku telah mengasihi kamu. Kamu sahabatku jikalau kamu melakukan apa yang Kuperintahkan kepadamu” (Yoh 15: 12). Yesus Kristus telah membuktikan hukum kasih-Nya dengan wafat-Nya di kayu salib, sejalan dengan sabda-Nya: “Tidak ada kasih yang lebih besar daripada kasih seseorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya” (Yoh 15: 13). Akhir kata, sebagaimana dinyatakan dalam bacaan pertama pada hari ini (Hos 14: 2-10), khusus pada ayat 10, maka: “Siapa yang bijaksana, biarlah ia memahami semuanya ini; siapa yang paham, biarlah ia mengetahuinya; sebab jalan-jalan Tuhan adalah lurus, dan orang benar menempuhnya, tetapi pemberontak tergelincir di situ” (Hos 14: 10) 😁🙏🏽🛐✝️ (Mr Bond).