У нас вы можете посмотреть бесплатно Lapas Perempuan Kelas III Kendari Audiensi ke Pemkot, Keluhkan Akses Jalan Rusak или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Lapas Perempuan Kelas III Kendari Audiensi ke Pemkot, Keluhkan Akses Jalan Rusak Kendari, kendarikota.go.id – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Kendari melakukan audiensi dengan Pemerintah Kota Kendari dan diterima langsung oleh Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman, di ruang kerjanya, Selasa (20/1/2026). Audiensi tersebut dipimpin oleh Kepala Lapas Perempuan Kelas III Kendari, Nurul Kiptiyah, yang menyampaikan sejumlah persoalan krusial, terutama terkait kondisi akses jalan menuju Lapas Perempuan dan Lapas Anak di kawasan Nanga-Nanga yang rusak parah. Nurul menjelaskan, kerusakan jalan tersebut telah berdampak langsung pada keselamatan petugas. Bahkan, beberapa pegawai mengalami kecelakaan akibat kondisi jalan yang hancur. “Jalan menuju lapas itu sudah hancur, Pak. Anggota saya sudah empat orang jatuh sampai luka-luka, bahkan dua orang di antaranya keguguran,” ungkap Nurul. Menanggapi hal tersebut, Wakil Wali Kota Kendari Sudirman menyatakan keprihatinannya dan memastikan akan menindaklanjuti keluhan tersebut. Ia menyebutkan bahwa Pemkot Kendari telah menyiapkan anggaran pembangunan jalan tahun ini. “Anggaran kita tahun ini sekitar Rp100 miliar untuk jalan di Kota Kendari. Sekitar Rp5 miliar di antaranya dialokasikan untuk daerah sana. Titik pastinya nanti akan kami cek dan saya akan panggil bidang Cipta Karya atau Bina Marga untuk memprioritaskan lokasi tersebut,” kata Sudirman. Nurul berharap, meskipun jalan tersebut belum dapat diaspal secara keseluruhan, setidaknya dilakukan pengecoran agar permukaannya rata dan aman dilalui. “Kalau hujan, jalannya makin terkikis. Kalau belum bisa diaspal, dicor saja tidak apa-apa, yang penting jalannya rata,” ujarnya. Selain persoalan jalan, Nurul juga menyampaikan apresiasi atas bantuan pengangkutan sampah yang sudah dilakukan oleh Pemkot Kendari meskipun lokasi lapas cukup jauh. Menanggapi hal tersebut, Sudirman menyampaikan bahwa persoalan sampah, banjir, dan infrastruktur masih menjadi pekerjaan rumah besar Pemkot Kendari, terlebih dengan kondisi keuangan daerah. “Saat kami masuk, Pemkot punya utang lebih dari Rp500 miliar. Banyak tagihan yang belum dibayar, termasuk proyek pedestrian. Tapi kami tetap berupaya menuntaskan satu per satu,” jelasnya. Dalam pertemuan tersebut juga dibahas penerangan jalan. Nurul menyampaikan bahwa lima titik lampu jalan telah terpasang, namun masih dibutuhkan tambahan penerangan, terutama di jalur menuju lapas dan arah Polda yang masih gelap. “Risikonya besar bagi petugas perempuan yang pulang piket malam,” ujar Nurul. Wakil Wali Kota pun berjanji akan meninjau langsung kondisi jalan dan penerangan di lokasi tersebut dalam waktu dekat serta memanggil Dinas Pekerjaan Umum untuk penanganan awal agar jalan dapat difungsikan dengan aman. Pada kesempatan itu, Kepala Lapas juga menyerahkan hasil karya warga binaan berupa sambal ikan tuna asap yang tengah diupayakan sertifikasi halal. Nurul mengungkapkan, biaya sertifikasi halal yang diminta mencapai Rp1,8 juta per produk. “Ini dikerjakan langsung oleh warga binaan. Ada dua unit yang kami ajukan, dapur dan produk UMKM,” jelasnya. Wakil Wali Kota Kendari menyambut baik produk tersebut dan berjanji akan membantu proses sertifikasi halal agar produk warga binaan dapat dipasarkan secara lebih luas. “Nanti saya sampaikan supaya bisa diproses,” pungkas Sudirman.