У нас вы можете посмотреть бесплатно Kenapa Dia Memilih Membunuh Daripada Mengaku Gagal? или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Pernahkah kamu merasa lebih takut pada nilai rapor daripada kematian itu sendiri? Di dalam dunia Jennifer Pan, cinta tidak diukur dengan pelukan, melainkan dengan deretan angka di atas kertas ujian. Dalam episode Logika Pelaku kali ini, kita tidak hanya menceritakan sebuah kasus kriminal, tapi kita akan membedah "mesin" di dalam kepala seorang Jennifer Pan. Mengapa seorang anak berprestasi, seorang "Anak Emas", bisa berubah menjadi otak pembunuhan sadis terhadap orang tuanya sendiri? Apakah ini murni kejahatan, ataukah sebuah strategi bertahan hidup yang rusak? 🔍 Apa yang akan kita bedah di video ini: Disonansi Kognitif: Mengapa Jennifer "memotong jari kakinya" (realitanya) agar muat di dalam "sepatu yang sempit" (ekspektasi orang tua). Tiger Parenting: Bagaimana pola asuh ekstrem dari buku Battle Hymn of the Tiger Mother karya Amy Chua menjadi pemicu utama. Sunk Cost Fallacy: Jebakan "terlanjur basah" yang membuat Jennifer tidak bisa berhenti berbohong selama 10 tahun. Data Ilmiah: Referensi dari Journal of Applied Psychology tentang hubungan tekanan performa dengan perilaku tidak jujur. Kasus ini adalah pengingat bagi kita semua: apa yang terjadi ketika standar kesuksesan dianggap lebih berharga daripada kebenaran? 📚 Referensi & Sumber: Netflix Documentary: "What Jennifer Did" (2024) Journal of Applied Psychology: Mitchell et al. (2018) - Cheating Under Pressure Book: "Battle Hymn of the Tiger Mother" by Amy Chua