У нас вы можете посмотреть бесплатно Warga Miskin Dilarang Sakit! Demo di Kantor Bupati Jeneponto Ricuh, Buntut Ribuan KIS Dinonaktifkan или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
#tribunviral Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru Warga Miskin Dilarang Sakit! Demo di Kantor Bupati Jeneponto Ricuh, Buntut Ribuan KIS Dinonaktifkan TRIBUN-TIMUR.COM --- Ratusan pengunjuk rasa yang tergabung dalam Aliansi Barisan Pejuang Jaminan Sosial, terlibat bentrok saat menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Bupati Jeneponto, Sulawesi Selatan. Mereka berunjuk rasa buntut dari penonaktifan puluhan ribu Kartu Indonesia Sehat atau KIS terhadap warga miskin di Kabupaten Jeneponto. Ratusan pengunjuk rasa ini terlibat bentrok di halaman kantor Bupati Jenepento pada Kamis 5 Februari 2026. Unjuk rasa dilakukan imbas dari penonaktifan Kartu Indonesia Sehat atau KIS terhadap puluhan ribuan warga miskin, karena kebijakan dari penerapan sistem desil atau sistem pengelompokan tingkat kategori kesejahteraan masyarakat. Menurut pengunjuk rasa, penerapan sistem desil tersebut menyebabkan warga miskin ini di Jeneponto kehilangan status kepesertaan KIS tanpa verifikasi lapangan secara objektif. Mereka menyebut, penonaktifan KIS ini sebagai tragedi kemanusiaan, warga miskin yang susah semakin kesulitan dan tidak dijamin kesehatannya oleh negara untuk merasakan pelayanan kesehatan. Pengunjuk rasa mendesak pemerintah Kabupaten Jeneponto untuk segera mengambil tindakan tegas dengan mengaktifkan kembali kartu Indonesia Sehat atau KIS yang telah dinonaktifkan. Mereka meminta pendataan ulang dengan melibatkan unsur pemerintah desa, kelurahan, tokoh masyarakat, dan pihak independen agar data kemiskinan lebih akurat dan berkeadilan. (*) Editor Video: A. Syahrul Khair Narator: Nur Fajriani R Naskah: Nur Fajriani R Sumber: (TRIBUN-TIMUR.COM) Update info terkini via http://tribun-timur.com/ YouTube business inquiries: 081144407111