У нас вы можете посмотреть бесплатно Kunker Bupati Keerom ke Skanto: Serahkan Bantuan, Serap Aspirasi или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
ARSO, FP.COM – Rangkaian kunjungan kerja Bupati Keerom Piter Gusbager terus berlanjut. Terakhir, Sabtu (5/8/23), ia mendatangi beberapa kampung di Distrik Skanto, Sabtu (5/8/23). Kampung tersebut adalah Wulukubun, Skanto, Naramben, Wiantre, Jaifuri, Arsopura, dan Seven 42. Secara khusus, Gusbager menemui para kelompok tani yang sudah menantinya di ladang. Kepada mereka, ia menyerahkan alat dan mesin pertanian (alsintan) sebanyak 72 unit yang terdiri atas cultivator 61 unit, hand traktor (11 unit). Rencananya, untuk kegiatan serupa, di Skanto, masih ada dua kampung yakni Intai Meliyan dan Tremeliyan yang akan dikunjungi pada Senin, 7 Agustus 2023. Dalam penjelasannya kepada awak media, Bupati Gusbager mengatakan, sektor pertanian berperan penting dalam membangun perekonomian nasional termasuk perekonomian daerah, karena sektor ini merupakan penyedia bahan pangan, instrumen pengentasan kemiskinan, penyedia lapangan kerja, dan sumber pendapatan masyarakat. “Kalau mau membereskan masalah ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, bereskan pertaniannya. Saya yakin sekali, kalau pertanian dibereskan, petaninya pasti sejahtera. Untuk itu, kita semua harus berkomitmen. Keerom ini namanya akan membanggakan kalau kita mau membereskan pertanian.” Kedatangan presiden dua kali ke Keerom, menurut bupati, merupakan bukti sahih bila isu pertanian sangat menarik. “Tidak ada isu lain yang membuat presidan tertarik ke sini, kecuali pertanian. Dan ini yang digarisbawahi oleh kita semua bahwa pertanian yang mengangkat harkat, martabat, jati diri orang Keerom,” jelasnya. Nah, untuk hal tersebut, Gusbager menyebut mekanisasi sebagai kunci. Mekanisasi akan memastikan pengolahan lahan, panen, dan pasca panen dapat berjalan efektif dan efisien. Termasuk kebutuhan ongkos (cost production) lebih rendah dibandingkan secara tradisional atau manual, baik untuk olah lahan maupun untuk panen. “Pertanian sebuah sistem. Sistem ini hulu sampai hilir,” sebutnya. Tetapi, mekanisasi saja tidak cukup, namun perlu didukung penyuluh terampil. “Penyuluh harus selalu ada di lahan untuk mendampingi dan membantu menyelesaikan masalah-masalah pertanian. Kepada dinas pertanian saya sudah perintahkan benahi penyuluh, tata persoalan yang ada dalam internal penyuluh supaya selalu ada bersama dengan petani,” ujar Gusbager. Dari hasil diskusi dengan petani, bupati juga menerima sejumlah aspirasi berupa permintaan bibit, ketersediaan pupuk, dan dukungan jalan usaha tani. Ia pun sigap merespons ketiga hal itu. Untuk permintaan bibit rencananya, Senin akan disalurkan beberapa bibit buah-buahan bagi para petani seperti semangka, melon, durian, tomat, dan berbagai jenis bibit sayuran lainnya. Sementara, masalah kelangkaan pupuk disebut Gusbager merupakan isu nasional. Namun, dia tetap akan berupaya mendorong kolaborasi inovasi pupuk organik yang dihasilkan dari petani sendiri sembari pemerintah mengusahakan pupuk nonsubsidi untuk pemenuhan kebutuhan petani di Keerom. Permintaan ketiga, yakni jalan usaha tani, Bupati Gusbager langsung memerintahkan dinas terkait untuk membangun jalan usaha tani agar memudahkan akses para petani dari lahan menuju ke pasar. (*) Menjaga eksistensi sektor pertanian dalam pembangunan ekonomi daerah yang berkelanjutan, Bupati Kabupaten Keerom meminta Dinas Pertanian membuat peta komoditas unggulan per kampung atau wilayah. Menurutnya, hal tersebut akan memudahkan dalam hal penyaluran program pemerintah yang langsung menyasar kebutuhan petani dalam mencapai produktivitas sesuai target pasar. Ia mengambil contoh seperti di Distrik Skanto di mana para petani tidak hanya menanam satu jenis komoditi. Ada sayuran, palawija, padi, dan sebagainya. “Wilayah Skanto saja tidak semua kampung menanam satu komoditas. Jadi, di Distrik Skanto sendiri harus dipetakan kampung mana yang sayur mayur, kampung mana yang tanaman palawija, kampung mana yang tanaman lahan basah atau sawah,” jelas Gusbager saat mengadakan kunjungan kerjanya ke Skanto, Sabtu (5/8/23). Pemetaan komoditas ini dianggap cukup urgen untuk diselesaikan agar menjadi acuan alokasi anggaran, program dan kegiatan. Selengkapnya dapat diakses pada laman website fokuspapua.com #beritaterkini #keerom #papua #bupatikeerom #pitergusbager