У нас вы можете посмотреть бесплатно Jika Makanan Saja Dijadikan Hari Raya Bagaimana Dengan Kelahiran Rasulullah saw ? или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Dalam Kitab Tafsir Al-Qur'anil Adzim (Tafsir Ibn Katsir), karya Ibn Katsir jilid 2, halaman 645 terbitan Dar al-Fikr, cet. 2006 M قَالَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا أَنزلْ عَلَيْنَا مَائِدَةً مِنَ السَّمَاءِ تَكُونُ لَنَا عِيدًا لأوَّلِنَا وَآخِرِنَا وَآيَةً مِنْكَ وَارْزُقْنَا وَأَنْتَ خَيرُ الرَّازِقِينَ (المائدة: 114) Isa putera Maryam berdoa: "Ya Tuhan kami turunkanlah kiranya kepada kami suatu hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami yaitu orang-orang yang bersama kami dan yang datang sesudah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau; beri rezekilah kami, dan Engkaulah pemberi rezeki Yang Paling Utama والمائدة هي: الخوان عليه طعام. وذكر بعضهم أنهم إنما سألوا ذلك لحاجتهم وفقرهم (3) فسألوا أن ينزل عليهم مائدة كل يوم يقتاتون منها، ويتقوون بها على العبادة. Ibn Katsir berkata : "Al-Maidah adalah hamparan yang diatasnya terdapat makanan, sebagian mereka menyebutkan bahwasanya ketika Bani Israil meminta hal tersebut untuk kebutuhan-kebutuhan dan kefakiran mereka, maka mereka meminta kepada Allah agar diturunkan hidangan setiap hari, yang dijadikan makanan pokok bagi mereka dan yang akan menguatkan tubuh mereka dalam beribadah." Jika kita perhatikan disini bani Israil meminta kepada Allah agar diturunkan hidangan dari langit yang mana peristiwa tersebut nantinya akan dijadikan hari raya terbesar dalam hidup mereka baik untuk orang-orang pertama yaitu mereka dan yang terkemudian. Jika nikmat dari Allah yaitu berupa makanan telah dijadikan oleh Bani Israil sebagai hari raya, bagaimana dengan merayakan hari kelahiran nikmat yang paling besar yaitu Rasulullah saw dikatakan bid’ah oleh umatnya sendiri? Sekarang mari kita simak pernyataan salah seorang ulama Ahlu sunnah dalam kitabnya Al-Mawahib Al-Ladunniyyah karya Al-Qasthalani, jilid 1 halaman 148, terbitan Al-Maktabul Islami cet. Delapan thn 2004 ولا زال أهل السلام يحتفلون بشهر مولده- عليه السّلام-، ويعملون الولائم، ويتصدقون فى لياليه بأنواع الصدقات، ويظهرون السرور، ويزيدون فى المبرات. ويعتنون بقراءة مولده الكريم، ويظهر عليهم من بركاته كل فضل عميم. ومما جرب من خواصه أنه أمان فى ذلك العام، وبشرى عاجلة بنيل البغية والمرام، فرحم الله امرآ اتخذ ليالى شهر مولده المبارك أعيادا، ليكون أشد علة على من فى قلبه مرض وأعيا داء. Al-Qasthalani berkata: “Umat Islam senantiasa merayakan bulan kelahiran beliau saw, mereka membuat jamuan-jamuan makanan dan bersedekah pada malam-malamnya, menampakkan kegembiraan, menambah pemberian-pemberian, serta tertuju membaca maulid beliau saw yang mulia, maka tampaklah atas mereka dari barokah Rasulullah saw semua anugerah .... Allah telah merahmati seseorang yang menjadikan malam-malam bulan kelahiran Nabi saw sebagai perayaan." Dari pernyataan imam al-Qasthalani ini kita ambil kesimpulan bahwa perayaan maulid Nabi saw dirayakan oleh kaum muslimin dan dijadikan hari keberkahan bagi mereka. اللهم صل على محمد و آل محمد Allahumma Sholi A'la Muhammad Wa Aali Muhammad follow us: INSTAGRAM: / dalildalilchannel_official TWITTER: / dalilchannel FACEBOOK: / dalil-dalil-channel-110584880673739