У нас вы можете посмотреть бесплатно Sejarah BANI ISRAIL‼️ dari awal hingga terbentuknya Negara Israel или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
✨ Bani Israil adalah sebutan bagi keturunan Nabi Ya'qub AS (yang juga dikenal dengan nama Israil). Nabi Ya'qub memiliki dua belas anak laki-laki, dan dari mereka lahirlah dua belas suku yang menjadi dasar dari Bani Israil. Dalam sejarah Islam, Bani Israil merupakan salah satu kaum yang banyak disebut dalam Al-Qur'an karena berbagai peristiwa penting dan pelajaran yang dapat diambil dari kehidupan mereka. Mereka awalnya tinggal di wilayah Kan'an (Palestina kuno), kemudian berpindah ke Mesir pada masa Nabi Yusuf AS. Setelah bertahun-tahun menjadi budak di bawah kekuasaan Firaun, mereka diselamatkan oleh Nabi Musa AS yang memimpin mereka keluar dari Mesir melalui peristiwa yang dikenal sebagai "Eksodus". Namun, perjalanan spiritual Bani Israil penuh dengan cobaan, pembangkangan, dan penyimpangan. Mereka seringkali melanggar perintah Allah, menyekutukan-Nya, bahkan menolak para nabi yang diutus kepada mereka. Sebagian dari mereka membunuh nabi-nabi, mengubah isi kitab Taurat, dan melakukan berbagai pelanggaran terhadap syariat yang diberikan kepada mereka. Dalam tradisi Islam, Bani Israil menjadi contoh penting mengenai bagaimana kaum yang diberi banyak nikmat dan mukjizat bisa tetap menyimpang jika tidak menjaga keimanan dan ketaatan kepada Allah. Namun demikian, tidak semua dari mereka sesat—ada pula yang beriman dan patuh kepada Allah. Berikut adalah deskripsi tentang Bani Israil dari zaman Nabi Musa hingga sekarang 1. Zaman Nabi Musa AS Bani Israil mulai dikenal luas sejak masa Nabi Musa AS, yang diutus Allah untuk membebaskan mereka dari perbudakan di bawah Firaun Mesir. Setelah serangkaian mukjizat (seperti tongkat menjadi ular dan laut yang terbelah), Nabi Musa berhasil membawa Bani Israil keluar dari Mesir menuju tanah yang dijanjikan. Namun, dalam perjalanan mereka sering membangkang, menyembah berhala (seperti kisah anak sapi emas), dan enggan berperang ketika diperintahkan Allah. Karena itu, mereka dihukum tersesat di padang pasir selama 40 tahun. 2. Era Yusha bin Nun dan Penaklukan Tanah Palestina Setelah Nabi Musa wafat, kepemimpinan dilanjutkan oleh Yusha’ bin Nun, yang akhirnya berhasil membawa Bani Israil memasuki tanah Kan’an (Palestina). Di masa ini, mereka mulai menaklukkan beberapa wilayah dan mendirikan permukiman. 3. Zaman Hakim-Hakim (Era Kehakiman) Setelah Yusha’ wafat, Bani Israil dipimpin oleh para hakim (qadhi), yaitu tokoh-tokoh spiritual dan militer yang membimbing mereka. Masa ini penuh gejolak karena Bani Israil sering menyimpang dan dihukum oleh Allah melalui kekuasaan bangsa-bangsa asing seperti Filistin dan Moab. 4. Masa Kerajaan: Daud dan Sulaiman Puncak kejayaan Bani Israil terjadi pada masa Raja Daud (Nabi Dawud AS) dan Raja Sulaiman (Nabi Sulaiman AS). Mereka berhasil menyatukan bangsa dan membangun kerajaan yang kuat dan makmur. Sulaiman juga membangun Baitul Maqdis (Haikal Sulaiman) di Yerusalem sebagai pusat ibadah. 5. Perpecahan dan Kehancuran Setelah Nabi Sulaiman wafat, kerajaan Bani Israil terpecah dua: Kerajaan Israel (utara) di Samaria Kerajaan Yehuda (selatan) di Yerusalem Akibat perpecahan dan penyimpangan akidah, kedua kerajaan ini akhirnya dihancurkan: Kerajaan Israel dihancurkan oleh bangsa Asyur (722 SM) Kerajaan Yehuda dihancurkan oleh bangsa Babilonia (586 SM), dan Baitul Maqdis dibakar 6. Masa Pengasingan dan Penjajahan Bani Israil mengalami masa pengasingan di Babilonia selama beberapa dekade. Sebagian dari mereka kembali ke Palestina saat Kekaisaran Persia menguasai wilayah itu, tetapi mereka hidup di bawah bayang-bayang kekuasaan asing: Persia, Yunani, lalu Romawi. 7. Era Nabi Isa AS dan Penolakan Risalah Pada masa Nabi Isa AS, sebagian besar Bani Israil menolak kenabiannya, bahkan bersekongkol untuk membunuhnya (meskipun dalam keyakinan Islam, Allah menyelamatkan Nabi Isa dan mengangkatnya ke langit). Penolakan terhadap nabi-nabi ini menjadi salah satu kecaman terbesar dalam Al-Qur’an terhadap Bani Israil. 8. Pengusiran dan Diaspora Pada tahun 70 M, Romawi menghancurkan Yerusalem dan Baitul Maqdis. Orang-orang Yahudi (keturunan Bani Israil) diusir dan tersebar ke berbagai penjuru dunia, memasuki masa diaspora selama hampir dua milenium. 9. Zionisme dan Kembali ke Palestina Pada akhir abad ke-19, muncul gerakan Zionisme, yang mendorong orang-orang Yahudi untuk kembali ke Palestina dan mendirikan negara sendiri. Setelah Perang Dunia II dan tragedi Holocaust, simpati internasional meningkat. Pada tahun 1948, Israel secara sepihak memproklamasikan kemerdekaannya, yang memicu konflik berkepanjangan dengan bangsa Arab dan rakyat Palestina. 10. Situasi Sekarang Hingga kini, konflik antara Israel (mayoritas Yahudi keturunan Bani Israil) dan Palestina terus berlangsung, terutama terkait wilayah, status Yerusalem, dan hak-hak kemanusiaan. Sebagian Yahudi masih memegang erat warisan agama dan sejarah Bani Israil, sementara lainnya lebih sekuler dan politis dalam pendekatannya. @ZivasyaStudio