У нас вы можете посмотреть бесплатно FITUR SAFETY CONECTOR BYD | USER BYD HARUS PAHAM ‼️ или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Apa itu Safety Connector di mobil BYD? Safety connector adalah konektor/penghubung khusus yang dirancang untuk mengamankan aliran listrik dari baterai ke seluruh sistem mobil. Di mobil listrik BYD, arus listriknya sangat besar (bisa ratusan volt), jadi perlu sistem pengaman ekstra. ⚙️ Fungsi utama Safety Connector 1. Memutus arus listrik saat kondisi darurat Jika terjadi: kecelakaan korsleting overcurrent (arus berlebih) maka sistem akan otomatis memutus aliran listrik agar tidak terjadi kebakaran atau kerusakan lebih besar. ➡️ Ini sejalan dengan adanya sistem seperti safety switch / fuse besar yang akan putus saat arus berlebih 2. Melindungi teknisi saat servis Saat mobil diservis: safety connector bisa dilepas arus listrik langsung terputus 👉 Jadi teknisi aman dari sengatan listrik tegangan tinggi. 3. Mencegah risiko kebakaran baterai BYD sangat fokus pada keamanan baterai (misalnya Blade Battery). Safety connector bekerja bersama sistem lain untuk: mencegah overheating menghentikan aliran listrik jika ada gangguan 👉 Ini salah satu alasan kenapa baterai BYD dikenal lebih aman. 4. Bagian dari sistem High Voltage Interlock (HVIL) Biasanya safety connector terhubung dengan sistem: HVIL (High Voltage Interlock Loop) Kalau konektor terbuka / longgar: ➡️ sistem langsung mendeteksi ➡️ arus listrik diputus otomatis 🔧 Letak Safety Connector Umumnya berada di: area baterai (di bawah mobil) atau dekat modul baterai utama Biasanya berwarna orange (standar internasional untuk kabel tegangan tinggi). 💡 Kesimpulan sederhana Safety connector di mobil BYD adalah: “pengaman utama aliran listrik tegangan tinggi agar mobil tetap aman dalam kondisi normal maupun darurat.”