У нас вы можете посмотреть бесплатно Mutiara Ramadhan - I'tikaf: Amalan Istimewa Penutup Ramadhan или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru Bismillahirrahmanirrahim. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saudaraku kaum muslimin dan muslimat di mana saja Anda berada. Pelaksanaan ibadah puasa khususnya, alhamdulillahirrahmanirrahim, jika pada bulan Ramadhan, bulan yang berbahagia, yang dianjurkan oleh orang dan binaan dari hidayah dan keberkahan. Saudaraku pelaksana ibadah puasa di mana saja Anda berada, masya Allah, tanpa terasa kita sudah berada di pekan-pekan terakhir dalam bulan Ramadhan. Inilah kenikmatan sesungguhnya, kenikmatan bagi orang yang menghadapi Ramadhan dengan niat dan kesungguhan untuk mengisinya. Namun hadirin, pendengar sekalian dan pemirsa di mana Anda berada, bahwa sesungguhnya ada amalan yang dianjurkan oleh Nabi shallallahu alaihi wasallam, sunnah masuk dalam kategori sunnah muakkad, sunnah yang dianjurkan oleh Nabi shallallahu alaihi wasallam, yaitu i’tikaf. Nah, i’tikaf ini perintah Allah subhanahu wa ta’ala, tetapi sesungguhnya ia adalah sunnah muakkad dan banyak dilakukan oleh Nabi shallallahu alaihi wasallam. Apa itu i’tikaf? I’tikaf itu artinya berdiam. Dalam Ramadhan ini, berdiam diri sejenak di dalam masjid. Tentunya pemirsa sekalian, ini punya syarat dan ketentuan. Ber-i’tikaf di antaranya, bila orang sudah berkeluarga maka ia tidak berkomunikasi secara bebas seperti biasanya. Ia serius di sepuluh hari terakhir itu, mengkonsentrasikan dirinya untuk beribadah kepada Allah subhanahu wa ta’ala di masjid. Hadirin sekalian, pendengar dan pemirsa di mana saja Anda berada yang bersama dengan kita hari ini, apa yang mesti kita buat dengan i’tikaf? Berdiam diri adalah puncak evaluasi, puncak koreksi, dan puncak peningkatan amal-amal agama. Kalau kemudian di dua puluh hari yang lalu masih banyak kekurangan, kekurangan tilawah AlQuran, zikir kita, dan salat-salat kita yang kurang, maka kesempatan masih ada di sepuluh hari terakhir. Kita berada di tahap yang terakhir. Ini adalah bagaimana untuk lebih serius dalam melangkah, menyempurnakan amal-amal agama. Para sahabat, para salih-salih, mereka yang sungguh-sungguh dalam amal, mempergunakan kesempatan dan momentum ini.