У нас вы можете посмотреть бесплатно Bunuh 3 Orang, Biarkan Adik Hidup Karena Kasihan: Yusa Cahyo Utomo - Keluarga Guru Kediri 2024 или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Pada tanggal 4 Desember 2024, tragedi mengerikan terjadi di Kediri, Jawa Timur. Yusa Cahyo Utomo (35 tahun) membunuh tiga anggota keluarga kakak kandungnya sendiri: Kristina (34 tahun), Agus Komarudin (38 tahun), dan Christian Agusta Wiratmaja (12 tahun). Yang paling mengejutkan: dia membiarkan Samuel (8 tahun) hidup karena "kasihan yang paling kecil." Semuanya dimulai pada 1 Desember 2024 ketika Yusa meminta pinjaman uang kepada Kristina. Kristina menolak. Terjadi pertengkaran sengit. Tiga hari kemudian, Yusa datang pada dini hari pukul 03:00 WIB dengan membawa palu dan membunuh Kristina, Agus, dan CAW. Tapi dia membiarkan SPY hidup. Kristina dan Agus adalah pasangan guru yang baik dan dihormati. Mereka tidak melakukan kesalahan apapun yang pantas mendapat hukuman mati. Yusa adalah residivis yang sudah pernah dipenjara untuk kasus jambret. SPY yang selamat menjadi saksi kunci dan memberitahu polisi bahwa pamannya yang membunuh keluarganya. Kurang dari 24 jam, Yusa ditangkap di Lamongan pada 5 Desember 2024. Yusa mengaku semua perbuatannya. Pada 13 Agustus 2025, dia divonis hukuman mati. Yusa bahkan meminta agar organnya didonasikan setelah eksekusi. Tidak ada jumlah uang yang sebanding dengan tiga nyawa. Tidak ada dendam yang pantas dibayar dengan darah keluarga sendiri. 🔔 Subscribe Jejak yang Hilang untuk true crime Indonesia lainnya 💬 Tulis di komentar: Bagaimana pendapat kalian tentang keputusan Yusa membiarkan SPY hidup? 📍 Dari kota mana kalian menonton? ⚠️ DISCLAIMER: Video ini dibuat untuk tujuan edukasi dan meningkatkan kesadaran tentang bahaya dendam, pentingnya kontrol emosi, dan nilai kehidupan keluarga. Kami menghormati semua korban dan keluarga yang terlibat.