У нас вы можете посмотреть бесплатно ✅ 8 Tanda Taubat Seorang Hamba Yang Diterima oleh Allah | Gus Iqdam или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Berikut adalah rangkuman isi ceramah Gus Iqdam yang membahas tentang tanda-tanda diterimanya tobat seorang hamba berdasarkan kitab Tanwirul Qulub karya Syekh Muhammad Amin Al-Kurdi: Inti dari mengikuti pengajian atau majelis ilmu adalah kemampuan seseorang untuk menjadi lebih baik daripada masa lalunya. Keberhasilan sebuah tobat dapat dilihat jika terdapat delapan perkara dalam diri seseorang, yaitu: 1. Menjaga Lisan (Ayyakhofa fi amri lisani): Seseorang mulai berhati-hati dalam berucap, menghindari kebohongan (kadzib), gunjingan (ghibah), serta perkataan yang tidak bermanfaat atau sia-sia. Rasulullah menjamin surga bagi siapa saja yang mampu menjaga lisan dan kemaluannya. 2. Menjaga Perut (Ayyakhofa fi amri badni): Berhati-hati terhadap apa yang dimakan dan hanya memasukkan sesuatu yang halal ke dalam tubuh,. Makanan halal adalah kunci terbukanya pintu ketaatan, sementara makanan haram membuat seseorang sulit untuk beribadah. 3. Menjaga Pandangan (Ayyakhofa fi amri bashori): Menghindari melihat hal-hal yang diharamkan dan tidak memandang dunia dengan ambisi atau kecintaan yang berlebihan (hubbud dunya). Mata dianggap sebagai pintu hati; apa yang dilihat akan masuk ke dalam hati. 4. Menjaga Tangan (Ayyakhofa fi amri yadi): Menggunakan tangan untuk ketaatan, seperti bersedekah, dan tidak menggunakannya untuk menyakiti orang lain atau melakukan kemaksiatan (misalnya menjadi buzzer untuk menjatuhkan orang lain),. 5. Menjaga Kaki (Ayyakhofa fi amri qodamai): Tidak melangkahkan kaki untuk maksiat, melainkan mengarahkannya ke tempat-tempat ketaatan seperti majelis ilmu, masjid, atau bekerja mencari nafkah yang halal untuk keluarga. 6. Menjaga Hati (Ayyakhofa fi amri qolbi): Ini adalah bagian tersulit, yaitu membersihkan hati dari sifat permusuhan, kebencian, kedengkian (hasad), dan prasangka buruk. Hati harus diberi "makanan" berupa ilmu dan hikmah agar selalu positif,. 7. Menjaga Pendengaran (Ayyahfa biamri samihi): Menyaring informasi yang didengar dan tidak langsung mempercayai berita dari orang fasik (tukang adu domba) tanpa melakukan klarifikasi (tabayyun). 8. Menjaga Ketaatan (Ayyakofa fi amri taatih): Senantiasa menjaga ketaatan kepada Allah secara murni dan ikhlas hanya untuk mencari rida-Nya, bukan karena rasa bangga diri. Kesimpulan: Tujuan utama dari berkumpul di majelis ilmu seperti Sabilu Taubah adalah untuk belajar bersama agar hidup menjadi lebih baik dan tobat diterima oleh Allah. Berkumpul secara kompak dalam majelis akan menurunkan rahmat Allah dan membawa keselamatan di dunia maupun akhirat. Mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata atau kekeliruan informasi dalam penulisan deskripsi ini. Terima kasih atas pengertiannya. Semoga video ini menjadi pengingat kita semua agar lebih mencintai majelis ilmu dan selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT. @gusiqdamofficial1024 #gusiqdam #ngaji #pengajian