У нас вы можете посмотреть бесплатно Hampir Lolos dari Kejaran KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Ditangkap Saat Cas Mobil Listrik или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru. Baca berita selanjutnya: https://kaltim.tribunnews.com/news/11... Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Bupati Pekalongan periode 2021–2024 dan 2025–2030, Fadia Arafiq (FAR), sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan jasa outsourcing di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan. Menariknya, operasi tangkap tangan (OTT) terhadap sang bupati diwarnai aksi kejar-kejaran hingga akhirnya ia ditangkap di sebuah Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, mengungkapkan bahwa tim lembaga antirasuah nyaris kehilangan jejak Fadia setelah melakukan rangkaian penindakan awal di Kabupaten Pekalongan. "Setelah dari Pekalongan itu, tim ada yang bergerak ke Semarang, bahkan hampir kehilangan yang bersangkutan," ujar Asep di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (4/3/2026). Titik terang justru muncul dari sebuah ketidaksengajaan. Tim KPK akhirnya menemukan Fadia bersama ajudan dan orang kepercayaannya di sebuah SPKLU di wilayah Semarang pada Selasa (3/3/2026) dini hari. “Ketika sampai ke Semarang, itu semacam ada keberuntungan lah. Dicari, ternyata mobil listrik lagi dicas, lagi diisi. Nah, di situ (SPKLU) ketemunya,” beber Asep. Usai menjalani pemeriksaan maraton dan resmi mengenakan rompi oranye tahanan KPK, Fadia membantah keras bahwa dirinya terjaring OTT. Ia mengklaim tidak ada uang serupiah pun yang disita darinya saat penangkapan. Bahkan, Fadia menyebut bahwa saat itu ia sedang bersama Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (Purn) Ahmad Luthfi, untuk membahas ketidakhadirannya dalam sebuah acara. Dalam proses pemeriksaan, Fadia juga sempat mencoba membela diri dengan membawa-bawa latar belakangnya sebagai musisi dangdut. Ia mengaku tidak memahami hukum dan tata kelola pemerintahan, serta menyerahkan seluruh urusan teknis birokrasi kepada sekretaris daerah (sekda). KPK menepis tegas seluruh alibi Fadia. Sebagai pejabat yang pernah menjabat satu periode sebagai wakil bupati dan dua periode sebagai bupati, Fadia dinilai sangat memahami tata kelola pemerintahan. Terlebih, Sekda telah berulang kali mengingatkannya akan adanya benturan kepentingan (conflict of interest). Editor: Jofan Giantirta Uploader: Jofan Giantirta #ottkpk #bupatipekalongan #fadiaarafiq #tersangkakorupsi #jawatengah #dugaankorupsi #outsourcing