У нас вы можете посмотреть бесплатно AERIAL или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
ura Pemacekan adalah pura bercorak Hindu yang berdiri di kaki Gunung Lawu. Menurut Babad Bali, pura ini adalah induk dari pura-pura pasek lainnya yang ada di Bali. Karanganyar yang sebagian wilayahnya terletak di Gunung Lawu ini, selain dianugerahi pemandangan indah, udara sejuk khas pegunungan dan wisata alam yang menawan, juga tersimpan peninggalan sejarah khususnya dari masa kerajaan Majapahit. Kebanyakan peninggalan tersebut berupa candi dan pura yang diperkirakan berasal dari akhir masa kerajaan Majapahit yang kala itu dipimpin oleh Raja Brawijaya V dan salah satunya yang paling terkenal adalah Pura Pemacekan. Lokasi keberadaan pura ini tidak jauh dari Tawangmangu dan berjarak 35 km dari kota Solo sehingga dapat dijangkau dengan kendaraan selama 1 jam perjalanan. Pura Pemacekan merupakan petilasan atau tempat istirahat terakhir dari Kiai I Gusti Ageng Pemacekan atau Ki Ageng Pasek atau Pangeran Arya Kusuma. Menurut sejarah Pangeran Arya Kusuma ini adalah salah satu menantu sekaligus senopati kerajaan dari raja terakhir Majapahit yaitu Raja Brawijaya V. Berdasarkan cerita sejarah pada Babad Pasek, masyarakat Hindu Bali memiliki nenek moyang dari Jawa tepatnya saat masa kejayaan kerajaan Majapahit. Hingga kini banyak orang-orang Bali yang menelusuri jejak nenek moyang mereka hingga ke Karanganyar ini. Hal ini terlihat dari makin banyaknya rombongan bus dari Bali yang datang berkunjung ke pura ini untuk keperluan sembahyang atau sekedar napak tilas.