У нас вы можете посмотреть бесплатно Inilah Kondisi Banjir di Perumahan Bung Permai Tamalanrea или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Laporan Wartawan Tribun Timur, Darul Amri Lobubun TRIBUN-VIDEO.COM - Ratusan rumah warga di kompleks Bung Permai, Kota Makassar terendam banjir Rob, sejak Selasa (22/1/2019) malam. Banjir Rob yang tiba-tiba masuk di dalam halaman dan rumah warga di Kelurahan Tamalanrea Jaya ini, sejak 23.00 hingga puncaknya, Rabu (23/1) pagi, 05.00 Wita. Warga Blok B8 A nomor 12, Ratmilani (50) mengaku, awalnya ia dan tetangga mengira luapan air hanya setinggi mata kaki atau betis, tapi perlahan terus naik. "Lama-lama itu air tambah naik, padahal malam itu biasa-biasa saja, tapu subuh-subuh air tiba-tiba naik," kata Rarmilani saat dievakuasi relawan di rumahnya. Rumah Ratmilani termasuk terpara, karena posisi rumahnya berbelakangan langsung dengan pohon nipa-nipa, atau berbatasan dengan aliran Sungai Tello. Semua rumah ditiap blok di Perumahan Bung Bumi Permai tergenang, terparah adalah di Blok B, C, D dan E. Banjir pada blok ini setinggi leher orang dewasa. Sedangkan rumah wwrga yang berada mulai dari gerbang perumahan, Blok A dan sebagian Blok B dan C, air setinggi paha hingga pinggang orang dewasa. Pengakuan warga, kondisi banjir tahun ini adalah yang terparah. Terakhir tahun 1999 dan 2000, dimana banjir setinggi leher menggenangi perumahan Bung. "Terparah, saya disini (perumahan Bung) sudah lebih dua puluh tahun, terkahir inj saya dapat kondisi ini tahun 1999," ujar seorang warga diatas perabu karet. Selama dilakukan proses evakuasi, ada warga memilih bertahan di rumahnya. Alasannya, karena menjaga harta benda sembari menunggu bantuan makanan. "Kami disini saja pak, tolong kalau ada mie sama air mineral tolong kalau bisa dibawa kesini," teriak salah satu warga saat berada dilantai dua rumahnya. Warga yang masih bertahan di rumah-rumah mereka meminta bantuan, berupa mi instan atau makanan siap disaji, air minum mineral, beserta obat-obatan. Evakuasi warga sejak pukul 09.00 Wita, tim yang turun diantaranya tim Mapala Umi, Tim Sar, PMI Makassar, tim relawan mahasiswa dan tim Polsek Tamalanrea. Kapolsek Tamalanrea Kompol Syamsul Bachtiar mengaku, hingga pagi sampai siang pukul 14.40 Wita. Sudah ratusan warga yang berhasil dievakuasi relawan. "Alhamdulillah evakuasi ini berjalan baik dan memang ada sebagian warga yang belum mau dievakuasi, alasannya mau bertahan dirumahnya," kata Syamsul. Pihak Polsek Tamalanrea mencatat, ada 400 Kepala Keluarga (KK) sementara ini mengungsi di rumah keluarga di daerah lain di Makassar yang tidak kena banjir. Sementara itu kata Kompol Syamsul perumahan Bung Permai Tamalanrea, menetap lebih dari 2000 jiwa, tapi yang mendominasi adalah para mahasiswa. "Data kepala keluarga ada 400, tapi di perumahan bung sebenarnya itu yang mendominasi itu mahasiswa, karena itu kan banyak kos-kos," ujar Syamsul.(*)