У нас вы можете посмотреть бесплатно 35 Tahun Insiden Lapangan Tiananmen, Topik Sensitif China hingga Kini или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Tepat 35 tahun lalu, 4 Juni 1989, insiden berdarah terjadi di Lapangan Tiananmen, Beijing, China. Protes besar-besaran warga China itu berhasil dilumpuhkan oleh penguasa Komunis China, meski menelan korban 10.000 nyawa. Semuanya berawal di era 1980-an, saat China mengalami perubahan besar. Saat itu, Partai Komunis yang berkuasa mulai mengizinkan beberapa perusahaan swasta dan investasi asing. Pemimpin China saat itu, Deng Xiaoping berharap kebijakan ini dapat membangkitkan perekonomian dan meningkatkan standar hidup. Namun, praktik korupsi merajalela, sementara pada saat yang sama meningkatkan harapan adanya keterbukaan politik yang lebih besar. Partai Komunis terbelah antara pendukung perubahan dan kelompok garis keras yang ingin mempertahankan kontrol negara secara ketat. Pada pertengahan 1980-an, mahasiswa yang pernah tinggal di luar negeri dan kelompok terdidik memulai gerakan protes. Pada 1989, aksi protes meningkat, dengan tuntutan kebebasan politik yang lebih besar. Gelombang pengunjuk rasa makin kencang, didorong oleh kematian seorang politisi terkemuka, Hu Yaobang, yang terlibat dalam sejumlah perubahan ekonomi dan politik. Sekitar sepuluh ribu orang berkumpul pada hari pemakamannya, pada April 1989, menyerukan kebebasan menyuarakan pendapat yang lebih besar dan menolak sensor. Pada pekan-pekan berikutnya, para pemrotes berkumpul di Lapangan Tiananmen, dan diperkirakan pesertanya mencapai satu juta jiwa. Awalnya, pemerintah tidak mengambil tindakan langsung terhadap para pengunjuk rasa. Namun, kelompok garis keras Partai Komunis mendorong penetapan status darurat militer diberlakukan di Beijing. Pada 3 hingga 4 Juni, pasukan mulai bergerak menuju Lapangan Tiananmen, melepaskan tembakan, menghancurkan dan menangkap para pengunjuk rasa demi mengendalikan situasi. Pada akhir Juni 1989, pemerintah China mengatakan 200 warga sipil dan beberapa lusin anggota pasukan keamanan tewas. Namun, pada 2017, dalam dokumen pemerintah Inggris menyebut, jumlah korban tewas dalam insiden Lapangan Tiananmen mencapai 10.000 jiwa. Peristiwa yang terjadi di Lapangan Tiananmen hingga kini menjadi hal yang sensitif di China. #china #tiananmensquare #sejarah ===================================== Simak kumpulan video berita Harian Kompas: https://klik.kompas.id/videoberita Info langganan harian Kompas & www.kompas.id: https://komp.as/LihatBerita Subscribe Youtube Harian Kompas: https://bit.ly/3bIgBY9 Ikuti media sosial Harian Kompas Twitter: / hariankompas Facebook: / Instagram: / hariankompas