У нас вы можете посмотреть бесплатно TAK SEMUA BISA DIBELI- MK PENDIDIKAN ANTIKORUPSI или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
LAVENDER TEAM EVAN (RONGGUR) : Siswa berprestasi, polos, korban perundungan. Melawan ketidakadilan sekolah. RENDY (GERRY WIJAYA) : Siswa kaya, manja, pelaku perundungan/pelecehan. Terbiasa menyelesaikan masalah dengan uang. BAGUS (PAK JUMAIDI KIYONO) : Ayah RONGGUR, guru honorer/pegawai jujur (korban korupsi). Berjuang melindungi anaknya dan melawan PAK RONALD. AKBAR (PAK RONALD WIJAYA) : Ayah GERRY, pengusaha kaya, pelaku suap/korupsi. Menggunakan kekayaan untuk memanipulasi sekolah/hukum. MARIO (PAK BONAR) : Guru Bimbingan Konseling (BK), mediator yang tertekan. Terjebak antara integritas dan tuntutan PAK RONALD. REZA (RIJAL PUJAKUMA) : Siswa berandal, tangan kanan GERRY (pelaku kekerasan). Menggunakan kekerasan fisik. JHOGI (MOAN TOBING) : Siswa berandal, mengikuti perintah GERRY. Terlibat dalam perundungan. SATRIO (DOLKEN OMARA) : Intel yang menyelidiki kasus korupsi PAK RONALD. Figur keadilan yang bekerja di balik layar. GAUS (GERUNG SUTOMO) : Polisi Lapas (cameo), menguatkan koneksi PAK RONALD di sistem. Simbol korupsi yang meluas ke lembaga negara. ERWIN (PORTAL) Begal/Preman (cameo), digunakan PAK RONALD untuk intimidasi. Simbol kekerasan jalanan yang dibayar. Film Tak Semua Bisa Dibeli menggambarkan realitas pahit ketika uang dan kekuasaan digunakan untuk menindas yang lemah serta membungkam kebenaran. Melalui kisah Ronggur, seorang siswa berprestasi yang menjadi korban perundungan sistematis, film ini menunjukkan bagaimana praktik korupsi tidak hanya merusak institusi negara, tetapi juga merembes ke lingkungan sekolah dan menghancurkan nilai kemanusiaan. Di sisi lain, perjuangan Pak Jumaidi—seorang guru honorer yang memilih kejujuran meski harus kehilangan karier dan keselamatan—menjadi simbol perlawanan terhadap budaya suap dan intimidasi. Film ini menegaskan bahwa diam terhadap ketidakadilan adalah bentuk korupsi paling berbahaya, dan bahwa keberanian satu orang jujur dapat membuka jalan bagi keadilan. Pesan utama film ini jelas: uang mungkin mampu membeli kekuasaan, tetapi tidak pernah bisa membeli kebenaran, martabat, dan hati nurani. #TakSemuaBisaDibeli #filmantikorupsi #beranijujur #lawankorupsi #stopperundungan #suarakebenaran #integritas