У нас вы можете посмотреть бесплатно Upacara Adat Labuhan Keraton Yogyakarta Hadiningrat di Pantai Parangkusumo Laut Selatan или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Upacara adat tradisi “ Labuhan Keraton Ngayogyakarta “ biasanya dilaksanakan pada tanggal 30 Rejeb dalam rangka memperingati Tingalan Jumenengan Dalem ke-34 atau 34 Tahun kenaikan Takhta Sri Sultan Hamengku Buwono X. Ritual upacara dimulai jam 08.00 dari Keraton Yogyakarta kemudian di bawa ke Pendapa Kapanewon Kretek untuk prosesi pasrah panampi ( penyerahan sesajI ) dari Parentah Ageng Kraton Ngayogyakarta kepada Bupati Bantul. Setelah itu uba rampe dibawa ke Pendapa Parangkusuma untuk diwilang (diperiksa) sebelum diserahkan kepada juru kunci di Parangkusumo, sekaligus didoakan. Acara berlangsung di Cepuri Parangkusumo. Setelah didoakan, salah satu uba rampe yang berisi lorodan ageman ( pakaian bekas sultan ), kenaka ( potongan kuku ), serta rikma ( potongan rambut ) selama setahun dikubur di sudut cepuri sambil menabur bunga dan membakar dupa. Sisa uba rampe berupa sembilan kain dengan corak dan warna khusus, uang tindhih lima ratus, minyak koyoh, dupa, serta layon sekar ( sejumlah bunga yang sudah layu dan kering, bekas sesajen pusaka keraton selama setahun ), dan jajanan pasar yang ditempatkan pada 3 ancak dilabuh di laut selatan. Upacara ini dapat dimaknai sebagai bentuk syukur kepada Tuhan YME karena keselamatan yang telah diterima rakyat Ngayogyakarta dan tentunya bangsa Indonesia. Juga untuk memohon kepada Tuhan YME agar sultan, keraton, rakyat Yogyakarta serta masyarakat Indonesia diberi keselamatan, ketentraman, dan kesejahteraan hidup.