У нас вы можете посмотреть бесплатно INOVASI BAIK LO JATIM (BANK IKAN LOKAL JAWA TIMUR) UPT LABORATORIUM KESEHATAN IKAN DAN LINGKUNGAN или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Keberadaan Ikan lokal di Jawa Timur mulai terancam punah. Banyak faktor penyebab berkurangnya populasi ikan lokal; antara lain eksploitasi berlebih sumber daya ikan di perairan umum, penggunaan alat tangkap berbahaya (setrum, bom, racun ikan), pencemaran air dan kerusakan lingkungan. Masuknya ikan asing/impor juga mengancam keanekaragaman hayati perairan, merusak estetika ekosistem dan menggusur ikan-ikan asli/lokal Indonesia. Untuk mencegah terjadinya kepunahan terhadap berbagai jenis ikan asli di Jatim yang merupakan kekayaan plasma nutfah sebagai sumber kehidupan, maka perlu adanya upaya pelestarian dalam rangka menjaga keberadaannya secara berkelanjutan. Inovasi ini asli lahir dari kepedulian UPT Laboratorium Keskanling Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jatim terhadap kelestarian ikan lokal Jatim. Pendekatan strategis yang dilakukan: inventarisasi, koleksi, domestikasi, stocking, restocking dan transfer knowledge (sosialisasi, pendampingan teknis, monitoring dan evaluasi) kepada masyarakat dalam upaya melestarikan dan menjaga plasma nutfah perairan dari kepunahan. Untuk menjawab permasalahan tersebut, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jatim melalui UPT Laboratorium Kesehatan Ikan dan Lingkungan menginisiasi inovasi “BAIK L😉 JATIM…!!”. Inovasi dimulai tahun 2012 hingga sekarang, telah berhasil inventarisasi sekaligus koleksi ikan lokal Jatim sebanyak 25 jenis, dengan status 14 jenis telah terdomestikasi. Stocking/produksi ikan lokal sebesar 10.820.000 ekor dan restocking ke alam sebesar 6.512.000 ekor. Inovasi ini juga berpengaruh terhadap peningkatan produksi perikanan tangkap perairan umum pada daerah restocking sebesar 105,18% (2017) dari tahun 2015 (BPS Prov. Jatim) serta menginisiasi terbentuknya 5 wilayah konservasi jenis ikan lokal Jatim yaitu Blitar, Malang, Kediri dan 2 lokasi Pasuruan. Inisiatif ini selaras dengan tujuan 17 pembangunan berkelanjutan, yaitu tujuan ke-15 yang berkaitan dengan keberlanjutan kehidupan di daratan baik ekosistem di daratan maupun ekosistem air tawar di sekitar daratan. Salah satu target dari tujuan ke-15 adalah menghentikan kepunahan keanekaragaman hayati. Ikan lokal yang jumlahnya secara signifikan menurun dan hampir punah sebelum adanya inisiatif inipun berhasil direstorasi dan dilestarikan kembali berkat kerjasama antara pemerintah dan pemberdayaan masyarakat.