У нас вы можете посмотреть бесплатно Ada Apa Dibawah Pohon? или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Dalam kitab al-Musnad karya Ahmad bin Hanbal tahqiq Ahmad Muhammad Syakir Jilid 4 halaman 489 terbitan Dar al-Hadis al-Qahirah cet thn 2012 M* Imam Ahmad bin Hanbal berkata, “Saya telah membacakan kepada Abdurrahman, Malik dari Muhammad bin Amr bin Halhalah ad-Diliy, dari Muhamad bin Imran al-Anshari dari ayahnya dia berkata, “Abdullah bin Umar pernah menolehkan wajahku saat aku berhenti di bawah pohon besar di tepi jalan Mekkah, lalu dia bertanya, “Apa yang menyebabkanmu berhenti di bawah pohon besar ini?”, aku menjawab, “Aku hanya ingin bernaung di bawahnya”. Dia bertanya lagi, “Mungkin ada sebab lain?”. Aku menjawab, “Tidak, aku tidak berhenti kecuali untuk bernaung saja”. Abdullah bin Umar berkata, Rasulullah saw bersabda, “Jika kamu berada di antara dua gunung di Mekkah dari Mina,,, dan beliau saw menggerakkan tangannya ke arah timur- di sana terdapat sebuah lembah yang bernama as-surar, disitu ada sebuah pohon besar di mana tujuh puluh Nabi senang berada di naungannya”. Ahmad Muhammad Syakir berkata, “Sanadnya sahih” Sekarang mari kita lihat penjelasan riwayat ini. Dalam kitab al-Tamhid karya Ibn Abdil Bar, Jilid 6 halaman 99 terbitan Dar al-Fikr cet pertama thn 2002 M* Ibn Abdil bar berkata, “Adapun sabda Rasulullah saw, yang tujuh puluh Nabi senang berada di naungannya...” maka ucapan tersebut terdapat dua pendapat, yang pertama ialah bahwasannya mereka diberi kabar gembira dengan apa yang ada di bawah pohon tersebut dengan sesuatu yang membuat mereka senang satu persatu atau bersamaan atau mereka diberi tahu apa yang ada di bawah pohon tersebut, maka mereka merasa senang, dan pendapat yang lain ialah bahwasannya tali pusar mereka dipotong di bawah pohon tersebut yang artinya mereka di lahirkan di bawah pohon tersebut. Dikatakan, “Seorang anak akan senang apabila tali pusarnya sudah diputus. Dan pada hadis ini terdapat dalil yang membolehkan bertabarruk dengan tempat para nabi dan orang-orang saleh dan maqom-maqom mereka, juga tempat tinggal mereka, oleh sebab itu, ini adalah yang dimaksud Abdullah bin Umar dengan hadis ini. Riwayat yang terdapat dalam kitab Musnad Ahmad menjelaskan kepada kita tentang bolehnya mengambil keberkahan dari peninggalan para Nabi as, hal ini senada dengan penjelasan Ibn Abdil Bar untuk riwayat tersebut. Namun pada kenyataannya sekarang ini peninggalan Nabi saw di musnahkan oleh tangan-tangan kotor yang mengaku sebagai Umat beliau, mereka beralasan bahwa hal itu untuk menjaga tauhid.