У нас вы можете посмотреть бесплатно Layon Dalem SISKS Pakoe Boewono XIII или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
IndonesiaBuzz: Solo, 2 November 2025 – Kabar duka menyelimuti jantung Kota Solo. Minggu pagi (2/11/2025), SISKS Pakoe Boewono XIII Raja Kraton Surakarta Hadiningrat mangkat setelah berjuang melawan sakit yang lama dideritanya. Beliau menghembuskan napas terakhir di salah satu rumah sakit ternama di Solo, pada usia 77 tahun. Kabar berpulangnya sang raja pertama kali disampaikan langsung oleh Kerabat dalem Kraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat kepada Tabooo.id. Tak lama kemudian, kabar itu dikonfirmasi oleh R.Ay. Febri Hapsari Dipokusumo, istri dari adik PB XIII, KGPH Dipokusumo. Keraton Surakarta pagi itu seolah berhenti berdetak. Jenazah almarhum, yang lahir dengan nama KGPA Suryo Partono pada 28 Juni 1948, akan disemayamkan di Keraton Surakarta sebelum dimakamkan di Pajimatan Imogiri, Bantul kompleks pemakaman raja-raja Mataram. Kepergian Pakoe Boewono XIII bukan hanya kehilangan bagi keluarga keraton, tapi juga bagi siapa pun yang percaya bahwa budaya adalah napas bangsa. Saat prosesi adat nanti digelar, barangkali air mata akan jadi bahasa yang paling jujur untuk mengiringinya. Dalam catatan sejarah, Sinuhun Pakoe Boewono XIII dikenal sebagai sosok yang tenang dan teguh menjaga eksistensi keraton di tengah dinamika internal yang panjang. Ia juga aktif tampil di berbagai agenda budaya, menjadi figur penting dalam pelestarian tradisi Jawa dan nilai-nilai kebangsaan. Di bawah kepemimpinannya sejak awal 2000-an, Surakarta tetap menjadi mercusuar budaya tempat di mana adat dan zaman berpelukan dalam harmoni. Kepergian PB XIII bukan hanya kehilangan bagi keluarga keraton, tapi juga bagi siapa pun yang percaya bahwa budaya adalah napas bangsa. Saat prosesi adat nanti digelar, barangkali air mata akan jadi bahasa yang paling jujur untuk mengiringinya.