У нас вы можете посмотреть бесплатно Kenapa Orang Jawa Tidak Suka Membiarkan Rumah Kosong Terlalu Lama или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Pernah melihat rumah yang lama tidak dihuni? Bangunannya masih utuh. Pintunya ada. Jendelanya lengkap. Tapi suasananya… terasa berbeda. Bagi orang Jawa dulu, membiarkan rumah kosong terlalu lama adalah pamali. Bukan karena takut rumah itu “kenapa-kenapa”. Bukan pula karena harus selalu ditinggali. Dalam pitutur Jawa, rumah bukan sekadar bangunan. Rumah adalah tempat batin bernaung dan saksi perjalanan hidup penghuninya. Ketika rumah terlalu lama tidak disapa— tidak dibuka, tidak dibersihkan, tidak dihidupi— orang Jawa percaya, ikatan antara rumah dan penghuninya perlahan melemah. Pamali ini jarang terasa dampaknya secara langsung. Yang sering dirasakan justru pelan-pelan: masuk rumah terasa asing, hati tidak langsung tenang, dan rasa “pulang” seperti berkurang. Video ini bukan untuk menakut-nakuti. Hanya pengingat halus agar kita eling lan waspada, bahwa rumah perlu disapa agar tetap menjadi tempat pulang yang hangat. Kadang, membuka pintu, menyalakan lampu, atau sekadar duduk sebentar di rumah sendiri sudah cukup untuk menjaga ikatan itu. Kalau kamu punya rumah yang lama kosong, tulis “ada” di kolom komentar. Kalau setelah ini kamu ingin lebih sering menyapa rumahmu, tulis “eling”. Dan kalau kamu ingin pamali rumah lainnya dibahas, tuliskan di komentar. Ini adalah Pamali Jawa. Dilarang leluhur, diabaikan zaman. #PamaliJawa #PituturJawa #PantanganJawa #BudayaJawa #Pamali #RumahKosong #RumahJawa #KearifanLokal #Eling #RasaPulang