У нас вы можете посмотреть бесплатно Upgrade Diri Menjadi Manusia Bertakwa melalui Karunia Ramadhan или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru. Sahabat Tribunners di mana pun kalian berada, alhamdulillah pada kesempatan tahun ini, kita masuk ke dalam bulan suci, bulan yang penuh dengan mukjizat, bulan turunnya Al-Quran, bulan yang terbaik, hari yang terbaik, malam yang terbaik, yaitu malam yang dimuliakan oleh Allah yang keniscayaannya akan membawa malam yang terbaik yaitu malam seribu bulan. Sahabat Tribunners di mana pun kalian berada, semoga pertemuan ini, video ini, menjadikan kita menjadi wasilah manusia yang terus bertakwa kepada Allah, manusia yang penuh diberkahi usianya, ilmunya, menjadikan ilmu yang manfaat, diberikan keluarga yang sakinah, menjadikan anak-anak kita menjadi anak-anak yang shalihah, dan di akhir hayat kita semoga kita dianugerahi husnul khatimah kepada Allah. Sahabat Tribunners di mana pun kalian berada, Ramadhan, bulan ini merupakan karunia dari Allah. Bagaimana tidak? Coba kita akan bedah bagaimana Ramadhan menjadi karunia Allah. Pertama, ada ayat yang mewajibkan seluruh umat muslim di dunia tidak hanya di Indonesia yang disebutkan dalam Al-Quran surat Al-Baqarah: “A'udzu billahi minash-shaitanir-rajim. Bismillahir-rahmanir-rahim. Ya ayyuhalladzina amanu kutiba 'alaikumush-shiyam kama kutiba 'alalladzina min qablikum la'allakum tattaqun.” Ada di antara doa pula yang menyatakan bahwasanya kita sangat mengharapkan dengan kemuliaan bulan Ramadhan: “Allahumma barik lana fi Rajaba wa Sha'bana wa ballighna Ramadhana.” Artinya Tribunners sekalian, kita sebagai hamba mengharapkan satu karunia Allah. Apa itu karunia? Karunia Allah coba kita akan bedah. Ada beberapa hal yang akan menjadikan puasa kita mengenal lebih mengenal adanya Allah itu Maha Adil, Allah Maha Karya, Allah Maha Kaya, Allah Maha Luas, dan Allah segala-galanya. Hadirin Tribunners sekalian, karunia Allah di antaranya adalah karunia yang dinikmati oleh seluruh alam, seluruh umat manusia di dunia. Maka karunia yang disebut dengan Al-Atha'ul 'Am. Artinya karunia Allah itu diberikan kepada seluruh alam. Semua orang manusia, semua hewan, semua tumbuhan dan lain sebagainya itu mendapatkan nikmat yang sama tanpa dibeda-bedakan. Artinya karunia Allah itu bersifat 'Am, artinya umum. Contohnya apa Tribunners? Contohnya adalah kita menghasilkan atau kita mendapatkan dan menghirup secara gratis oksigen dari Allah. Bayangkan Tribunners, kalau kita ada satu hari atau beberapa waktu tidak diberikan oksigen oleh Allah, betapa kita mengeluarkan cost yang mahal untuk menghasilkan dan menghirup oksigen yang ini diberikan Allah secara cuma-cuma. Maka Tribunners, Al-Atha'ul 'Am di antaranya adalah oksigen. Ini merupakan karunia Allah yang harus kita tetap syukuri. Ramadhan ini kita alhamdulillah masih diberikan usia oleh Allah. Bagaimana tidak, Tribunners bisa nonton video ini, ini adalah karunia Allah yang bersifat umum, bersifat yang memang seluruh orang manusia itu bisa menikmati karunia yang sama dari Allah yaitu Al-Atha'ul 'Am. Artinya pemberian anugerah Allah, karunia Allah yang bersifatnya adalah umum. Tribunners sekalian, yang kedua, karunia Allah itu diberikan kepada orang-orang yang khusus. Karunia Allah orang-orang yang spesifik, karunia Allah diberikan kepada orang-orang yang spesial. Maka karunia yang kedua yang Allah anugerahkan kepada manusia itu adalah Al-Atha'ul Khas. Al-Atha'ul Khas itu adalah pemberian Allah secara khusus kepada siapa? Kepada orang-orang yang khusus, dengan waktu yang khusus, dengan cara yang khusus, dengan pemberian yang khusus. Al-Atha'ul Khas itu adalah pemberian Allah yang Allah berikan kepada orang-orang yang memang dianugerahi oleh Allah, yang sudah tersertifikasi. Artinya siapa? Ya kita lah Tribunners, kita adalah orang yang beriman, yang dalam ayat Al-Quran yang tadi saya sebutkan: “Ya ayyuhalladzina amanu kutiba 'alaikumush-shiyam kama kutiba 'alalladzina min qablikum la'allakum tattaqun.” Artinya kita berpuasa ini, Allah mewajibkan kepada seluruh umat manusia ini tidak lain adalah untuk bertakwa kepada Allah. Maka Tribunners sekalian, ayat Al-Quran ini menjelaskan bahwasanya kita jika ingin bertakwa, maka kita harus memiliki iman. Ketika kita memiliki iman, maka ini masuk ke dalam kategori kedua yaitu yang disebut dengan Al-Atha'ul Khas, yaitu pemberian Allah, karunia Allah yang diberikan khusus kepada orang-orang yang khusus, orang-orang yang spesial. Maka contohnya adalah Ramadhan ini. (*) Editor: Faizal Amir