У нас вы можете посмотреть бесплатно Sejarah Jl KH Azhari Seberang ULU Palembang или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Mang dayat Episode 70 Video Kali ini Kito akan membahas jl kh Azhari yang membentang di daerah sebarang Ulu Palembang, ngapo disematkan namo KH Azhari dan siapo sebenernyo KH Azhari ini? Wong Palembang harus cerito tentang Palembang karno itu tonton video Mang dayat Sampe abis Opening Apo Kabar dulur-dulur Ku baik yang ado di Palembang maupun yang ado diluar Palembang, Salam sedulur dari Mang Dayat dan semoga dulur-dulur selalu dalam keadaan Sehat tanpa kekurangan apopun serta selalu dilimpahkan Rahmad Allah dalam kehidupan Kito. Kali ini Mang dayat nak ngajak dulur-dulur untuk mengulik cerito tentang Jalan KH Azhari yang membentang sepanjang kurang lebih 5 KM mulai dari kelurahan 3-4 Ulu sampe ke tanggo takat. Kawasan yang dilewati jl kh Azhari ini biso dikatoke melewati kawasan padat penduduk dan jugo merupakan perkampungan tuo yang sudah berkembang dari zaman palembang tempo dulu. Jalan KH. Azhari saat ini La mulai mengalami kemacetan. Ini disebabkan banyaknya volume kendaraan pengalihan pengguna jalan untuk melewati jembatan musi 4 sehingga volume kendaraan yang melintas di jalan tersebut semakin hari banyak jadi Man g dayat Sarani jam wong Pegi samo balek gawe hindari jalan ini Namo Jalan KH Azhari dewek itu sudah populer dan menjadi omongan sari-sari. Tapi kiro-kiro wong Palembang ni terkhusus warga jalan KH Azhari tau dak siapo tokoh yang disematkan Di Jalan ini? KH Azhari atau Kemas Haji Abdullah Azhari atau Kiai Pedatuan adalah seorang ulama yang sangat disegani oleh masyarakat Palembang. Beliau senantiasa memberikan bimbingan serta pelayanan kepada masyarakat hingga beliau wafat. Lokasi tempat beliau berdakwa masih bisa kunjungi hingga sekarang walaupun bangunan aslinya sudah tidak bisa dipertahankan lagi. Di lokasi ini berdiri mushola KI Kms H Abdulah Azhari atau Ki Pedatukan, Kenapa disebut Pedatukan dikarenan Masyarakat memanggil Beliau dengan panggilan Kehormatan Datuk karna itu menjadi Ki Pedatukan Ki Kemas Haji Abdullah Azhari lahir di Kampung 12 Ulu pada hari Senin tanggal 27 Syakban 1279 H /1862 M dan wafat pada tahun 1937 M. Beliau merupakan anak dari Kemas Haji Muhammad Azhari bin Kemas Haji Abdullah bin Kemas Haji Ahmad yang jika ditarik zuriatnyasempe ke Sunan Kudus bin Suhunan windun Aljawi namun bukan identik dengan Sunan Kudus bin Sunan Ngudung. Suhunan Kudus yang dimaksud adalah Pangeran Kudus bin Pangeran Rajungan bin Pangeran Demang bin Panembahan Kudus bin Syeikh Maulana Ja’far Siddiq (Sunan Kudus), yang merupakan ayahanda Adipati Sumodipuro (Pati), sebagaimana terdapat pada silsilah keluarga mataram. Hal ini diperkuat Suhunan Kudus yang dimaksud diperkirakan hidup pada masa abad ke-17, sementara Sunan Kudus hidup di era abad ke-16 Saat Umur 10 tahun Beliau dibawa orang tuanya untuk kali pertamanya ke mekah dan di kali kedua dibawa ke mekah pada umur 11 tahun kemudian menetap untuk mempelajari Islam selama 12 tahun . Kemas Haji Muhammad Azhari atau ayah ki pedatukan juga Ulama dan menjadi Salah satu pengajar di Mekah. Ayahanda Kiai Pedatuan, yakni Kemas Haji Muhammad Azhari, dikenal sebagai ulama yang melahirkan beberapa karya tulis diantaranya Atiyah ar-Rahman yang selesai ditulis pada tahun 1259 H / 1843 M, diterbitkan pertama kali di Mekkah pada tahun 1887 M. Selain itu, juga menulis Tuhfah al-Muridin, kitab berbahasa Arab ini membicarakan ilmu falaq dan selesai ditulis pada tahun 1276 H / 1859 M. Setelah Menimba ilmu di mekah Ki pedatukan Kembali ke tanah air dan membangun tempat dakwah yang saat ini berdiri mushola Ki Pedatukan bertetanggo dengan rumah alm Ust taufiq Hasnuri. Menurut cerita dari imam mushola yang mang dayat temui banyak karomah yang dimiliki Ki Pedatukan seperti Saat pembangunan Rumah Dakwah ini dikatakan tukang yang bangun laporan tiang penyangga bangunan kurang Panjang trus ki pedatuakan pegang terus bilang”sampe ini” dan pas tukang naek keatab bener tiang nyo memanjang Karomah lainnyo diceritoke yaitu bahwa beliau selalu ado tamu dari seluruh dunia namun istimewanyo dari negara manopun tamu itu makanan asal negara itu selalu tersedia kemudian pernah jugo saat ado acara yang saat itu tamunyo membludak sedangkan nasi Cuma masak 1 srengseng. Ki pedatuan bilang Cukup dan memang iyo sebanyak apopun yang makan nasi dalam srengseng itu dak pernah habis. Dan karomah ini dirasoke sampe sekarang oleh pengurus mushola setiap ado kegiatan dak pernah kekurangan makanan walaupun jamaah membludak Dikarenakan kemiripan namo antara anak dan ayah sering disebut oleh masyarakat Ki Azhari Tuo dan Ki Azhari Mudo. Ki Azhari Mudo dikenal sebagai ulama dengankarya tulisnya seperti Kitab ‘Aqa`id al-Iman,Badi’ az-Zaman, Taqwim al-Qiyam, Bidayah ar-Rahman, Bidayah al-‘Ilmiyyah, Risalah fi ‘Aqidah at-Tawhid li Ma’rifah, dan Manaqib Shaykh Muhammad Samman