У нас вы можете посмотреть бесплатно Indro Hardjodikoro Ft. YankJay - My Angels или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Mengawalinya, dengan menjadi perkusionis, lalu juga harmonika. Mulai terasa bahwa kegemarannya pada musik, seolah memberikannya semangat hidup ekstra. Ia menemukan keasyikan tersendiri. Apalagi ia teringat,kakaknya,yang bisa disebut guru musik pertamanya berpesan padanya Bermain musik,adalah kegembiraan . Agaknya,kesukacitaan itu mulai menjalari hati,jiwa dan pikirannya.Apalagi ketika ia lantas berpindah instrumen, dan mulai mengakrabi bass. Walau terhitung instrumen yang relatif besar,untuk ukuran badannya. Tapi ia mulai makin menemukan kegembiraan dan keasyikan dalam musik. Ia mulai menekuni musik lebih serius, ketika menjumpai guru bass pertamanya, seorang bassis yang waktu itu tergolong musisi muda, Bintang Indrianto. Dari situ, ia belajar lebih dalam dengan Indra Lesmana, Erwin Gutawa dan juga saxophonist kawakan, Maryono. Lalu, ia bertemu dengan seorang Tohpati Ario Hutomo, di sebuah kursus untuk grup-band.Tohpati, Halmahera, Simak Dialog. Lalu? Maka dari sinilah cerita panjang seorang Indro Hardjodikoro,menjadi lebih jelas lagi. Kenangnya, bertemu Tohpati sebenarnya tak sengaja. Mereka saling memperhatikan permainan masing-masing waktu itu. Tohpati sendiri ingat, Indro itu dikenalnya sebagai pemain perkusi dan…biasa aja! Tapi itu cerita awal. Ketika Indro bermain bass, Tohpati lantas mengajaknya masuk formasi kelompok Halmahera. Grup inilah yang merupakan titik tolak terawal, dari perjalanan musiknya. Ini grup yang besar lewat festival band paling bergengsi saat 1980-an silam, Light Music Contest. Yang lalu berubah nama menjadi Band Explosion. Bersama Halmahera, Indro menyelesaikan dua album rekaman, di awal 1990-an. Setelah Halmahera dengan album Kuyakini dan Khayalanku, Indro melanjutkan perjalanan musiknya bersama Tohpati dengan masuk formasi Simak Dialog. Dengan grup ini, Indro dan Tohpati bermain bareng Riza Arshad dan Arie Ayunir. Kelompok ini menghasilkan dua album rekaman, Lukisan dan Baur, bersama Indro. Ditengah sibuknya perjalanan mereka, Indro sempat memperkuat group Earth Music, bergabung dengan Cendi Luntungan (drums), Arief Setiadi (saxophone), Indra Lesmana (keyboard) dan perkusionis asal Australia, Ron Reeves. Persahabatan antara Indro Hardjodikoro dan Tohpati Ario,berlangsung terus. Bisa dibilang, ini merupakan persahabatan gitaris-bassis yang tak lekang dimakan waktu. Dunia musik Indonesia, mencatatnya sebagai persahabatan intens dua musisi, dari generasi atau era yang sama, yang sulit dicari tandingannya. Satu sama lain, menemukan kecocokannya. Bersinergi, untuk menghidupi kedua belah pihak. Artinya, saling memberi inspirasi…. Mereka berdua, menjadi lebih berarti ketika digamit Erwin Gutawa untuk mengiringi Ruth Sahanaya, pada konser solonya di Graha Bhakti Budaya, di awal 1990-an. Konser Ruth Sahanaya tersebut, bisa disebut salah satu konser pertama dari penyanyi solo di Indonesia. Selepas konser tersebut, Indro dan Tohpati, masuk mendukung Erwin Gutawa Orchestra. Selain itu juga mendukung Addie MS dengan Twilite Orchestra-nya. Berlanjut kemudian, mendukung Andi Rianto dengan Magenta Orchestra-nya. Dan sejak awal 1990-an, nama Indro Hardjodikoro juga makin dikenal sebagai salah satu bassis yang laris mendukung banyak rekaman. Baik pop maupun jazz, dan musik lainnya. Begitu pula halnya dengan Tohpati, sahabatnya. Sulit untuk dihitung, ada berapa banyak rekaman album yang menggunakan Indro Hardjodikoro sebagai bassis. Begitupun dengan konser-konser musik. Termasuk mendukung berbagai acara musik di layar kaca, salah satunya adalah ajang Indonesian Idol. Indro memang langsung menjadi begitu aktif di pentas dan rekaman musik, dari 1990-an hingga saat ini.