У нас вы можете посмотреть бесплатно Harga Daging Sapi dan Ikan Naik di Pasar Rakyat Ngabang или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Harga daging dan ikan di Pasar Rakyat Ngabang, Kabupaten Landak, mulai mengalami perubahan menjelang akhir Ramadan dan Idulfitri. Meski stok masih terjaga, sebagian komoditas diperdagangkan di atas harga wajar. Di Pasar Rakyat Ngabang, harga daging sapi saat ini mencapai 165.000 rupiah per kilogram, tulang 120.000 rupiah, tetelan 100.000 rupiah, dan kulit 60.000 rupiah per kilogram. Menjelang hari raya, pasokan dipastikan masih terjaga meski didatangkan dari luar Kalimantan. Namun, kenaikan harga tersebut tidak terelakkan karena dipengaruhi oleh tingginya biaya distribusi. Seorang pedagang setempat menyatakan, “Stok sapi aman, pasokan akan datang lagi tanggal 11 Maret. Harga sedikit naik karena biaya transportasi, tapi masih terjangkau.” Sementara itu, harga daging ayam justru mengalami penurunan dari 45.000 rupiah menjadi 42.000 rupiah per kilogram. Pedagang menegaskan stok masih mencukupi dan dipasok dari agen lokal. “Stok aman, harga stabil. Pembeli tidak perlu khawatir menjelang Ramadan dan Idulfitri,” tambahnya. Di sisi lain, harga ikan terpantau naik sekitar 5.000 rupiah per kilogram. Ikan tongkol kini dijual seharga 40.000 rupiah, sarden 45.000 rupiah, dan gembung 50.000 rupiah per kilogram. Pasokan ikan laut diketahui datang dari Singkawang, sedangkan ikan sungai didatangkan dari Mempawah. Para pedagang menyebutkan bahwa kenaikan ini dipicu oleh biaya distribusi, namun pasokan tetap stabil sehingga pembeli masih bisa mendapatkan ikan dengan mudah. Pemerintah Kabupaten Landak bersama Tim Satgas Pangan juga telah melakukan sidak di Pasar Rakyat Ngabang pada Kamis, 5 Maret 2026. Langkah ini diambil untuk memantau harga serta memastikan ketersediaan pangan guna menjaga stabilitas dan mencegah kelangkaan menjelang akhir Ramadan dan Idulfitri 2026.