У нас вы можете посмотреть бесплатно SETIAP NATAL JADI PANITIA... TAPI HATI SAYA SELALU BERISIK: AKU HARUS JADI MUALAF или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Sejak kecil, setiap Desember tiba, saya selalu ada di barisan paling depan. Menjadi panitia Natal, mengatur acara, memastikan ibadah berjalan khidmat semua itu sudah seperti rutinitas hidup. Dari luar, iman saya terlihat utuh. Tapi tak ada yang tahu, di balik senyum dan kesibukan itu, hati saya justru tak pernah tenang. Setiap lagu pujian berkumandang, ada suara lain di dalam dada yang berbisik semakin keras. Bukan suara penolakan, tapi pertanyaan yang tak pernah berhenti: tentang ketuhanan, tentang kebenaran, tentang siapa sebenarnya yang saya sembah. Saya mulai membaca, membandingkan, dan diam-diam mengenal Islam—agama yang dulu hanya saya lihat dari jauh, penuh prasangka. Yang membuat hati semakin berisik adalah satu kalimat sederhana: **tauhid**. Ketika saya memahami makna “tiada Tuhan selain Allah”, dada saya bergetar. Tidak ada perantara, tidak ada kerumitan konsep. Hanya Tuhan Yang Esa, disembah langsung oleh hamba-Nya. Sejak saat itu, setiap Natal justru menjadi ujian batin terberat. Saya tetap berdiri sebagai panitia, tetap menjalankan tugas, tapi hati saya sudah berjalan ke arah lain. Hingga suatu hari, saya tak sanggup lagi berbohong pada diri sendiri. Dengan air mata dan rasa takut kehilangan segalanya, saya memilih bersyahadat. Bukan karena kebencian pada masa lalu, tapi karena panggilan kebenaran yang tak bisa lagi diabaikan. Inilah kisah tentang kegelisahan yang berakhir pada keberanian. Tentang hati yang akhirnya pulang.