У нас вы можете посмотреть бесплатно MANAQIB AL HABIB MUHAMMAD BIN IDRUS AL HABSY RA & AL HABIB MUHAMMAD BIN AHMAD AL MUHDHOR RA или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Beliau lahir di kota Khola' Rosyid, Hadramaut, Yaman Selatan, pada tahun 1265 H atau 1845 M. Sejak kecil beliau diasuh oleh pamannya yaitu Al-Habib Sholeh bin Muhammad Alhabsyi. Sejak itu beliau menjadi besar dalam didikan pamannya, sehingga mengikuti jalan dan perilakunya. Ayah beliau, Al-Imam Al-'Arif Billah Al-Habib Idrus bin Muhammad Alhabsyi telah bepergian ke Indonesia untuk berdakwah, Sejak kecil ia diasuh oleh pamannya, Habib Shaleh bin Muhammad Al-Habsyi dan wafat di kota Cirebon serta dimakamkan disana. Ayahandanya, Habib Idrus bin Muhammad Alhabsyi, berdakwah ke Indonesia dan wafat pada 1919 M di Jatiwangi, Majalengka. Sedangkan ibu beliau adalah Syeikhoh Sulumah binti Salim bin Abdullah bin Saad bin Sumair Al hadhrami (putri Syekh Salim bin Smeer penyusun kitab Safinah Najah). Pada masa mudanya, Al-Habib Muhammad bin Idrus Alhabsyi telah menuntut ilmu agama yang cukup mendalam, menguasai dan memahaminya. Berbagai ilmu agama yang beliau dapatkan dari ulama masa itu diantaranya ilmu tafsir, hadits dan fiqih. Para ulama dan orang-orang sholeh saat itu telah menyaksikan ketaqwaan dan kedudukan beliau sebagai ulama yang 'aamil (mengamalkan ilmunya). Seperti hanya para ulama yang lain, di masa mudanya Habib Muhammad juga rajin menuntut ilmu agama hingga sangat memahami dan menguasainya. Beberapa ilmu agama yang ia kuasai, antara lain, tafsir, hadits dan fiqih. Status sebagai anak yatim tidak berpengaruh kepada terhadap diri beliau, karena ibunya dengan penuh kesabaran mendidiknya dan tidak menikah lagi. Di tambah lagi asuhan dan perhatian dari para pamannya, terutama Al-Habib Sholeh bin Muhammad Al-Habsyi yang menjadi munshib Al-Habsyi di negerinya, beliau dibesarkan dalam didikan pamannya ini sehingga mengikuti jalan dan perilakunya. Sebelum genap berusia tujuh tahun, beliau telah mulai mempelajari Al-Qur’an kepada mu’allim Ali Syuwa’i pada tempat pengajian umum di Hauthah. Kemudian beliau menghatamkannya pada Syaikh Ahmad Al-Baiti, munsyid di kubah datuknya, sayyidina Ahmad bin Zain Al-Habsyi. Dalam perjalanan menuntut ilmunya beliau mengerahkan seluruh segala kemampuannya untuk belajar baik ketika masih di Hauthah maupun di berbagai tempat lain di Hadramaut. Disebagian tempat beliau menetap dalam waktu lama dan di sebagian yang lain beliau hanya tinggal beberapa saat. Al-Ghorfah, Sewun, Tarim, Syibam dan Du’an adalah sebagian diantara kota-kota yang didatanginya.. Full article source : https://sites.google.com/site/pustaka... . . . #syairbuahdelima #habibmuhammadbinidrusalhabsy #habibubaidillahbinidrusalhabsy #manaqibauliya #kisahsahabatnabi #kisahwaliyullah #mukjizatnabi #karomahwaliyullah #pecintamaulid #alfachriyah #berdzikir #rubathtarim #darulmusthofa #nuntutilmu #pecintamajelis #pecintasholawat #pecintahabaib #pecintawaliyullah #pecintailmu #habib #hadromaut #ngaji #hijrah #ayohijrah #sholawat #nuntutilmu #alhamdulillah #berkah #mahabbah #ahlussunnahwaljamaah #thoriqohalawiyyin #tarim