У нас вы можете посмотреть бесплатно Jarang Terungkap, Begini Cara Jenderal Angker Benny Moerdani Mencintai Istrinya или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Jarang Terungkap, Begini Cara Jenderal Angker Benny Moerdani Mencintai Istrinya Ini kisah jenderal Kopassus yang dijuluki raja intel Indonesia yang selalu menyimpan foto istri di dompetnya. Jenderal Kopassus yang dijuluki raja intel tersebut adalah Benny Moerdani. Ya, Benny Moerdani, adalah sosok legendaris di dunia intelijen Indonesia. Meski pernah berkarir di pasukan komando, dan kenyang dengan berbagai pertempuran mulai dari zaman perang kemerdekaan, karir Benny lebih banyak malang melintang di dunia intelijen. Benny dibesarkan di Resimen Para Komando Angkatan Darat, pasukan khusus TNI Angkatan Darat yang kini bernama Kopassus. Karena berselisih paham dengan Komandan RPKAD saat itu Kolonel Moeng Pahardimulyo, Benny dipindahkan ke Kostrad. Di Kostrad ia ditarik oleh Ali Murtopo, perwira intelijen Kostrad. Sejak saat itulah karir Benny dihabiskan di dunia telik sandi. Bahkan, Benny pernah jadi petinggi intelijen yang memegang banyak jabatan strategis di dunia intelijen dalam waktu bersamaan. Benny pernah menjadi Asisten Intelijen Pertahanan dan Keamanan merangkap Asisten Intelijen Kopkamtib sekaligus wakil kepala Badan Koordinasi Intelijen Negara atau Bakin. Dengan kekuasaannya, Benny pun dijuluki raja intelnya Indonesia. Karir puncak Benny sendiri digapai saat ia diangkat Presiden Soeharto jadi Panglima ABRI pada tahun 1983. Jenderal peraih Bintang Sakti ini jadi satu-satunya Panglima ABRI yang tak pernah jadi Pangdam bahkan Benny juga tak pernah jadi Danrem atau Dandim. Karirnya lebih banyak di dunia intelijen. Benny menikah dengan Hartini. Istrinya seorang pramugari Pesawat Garuda. Saat menikah, Benny sudah berpangkat Letda atau letnan dua. Ada sekelumit cerita menarik tentang Benny dan istrinya yang dikutip dari buku,"Benny Moerdani yang Belum Terungkap," yang disusun Tim Buku Tempo. Menurut buku, "Benny Moerdani yang Belum Terungkap," Hartini adalah kawan adik Benny, Maria Sri Noerna yang juga menjadi seorang pramugari. Pada tahun 1956, Benny mulai mengenal Hartini. Meski Benny tak banyak bicara, bahkan jarang tersenyum, Hartini kepincut. Di dekat Benny, ia merasa aman. Merasa diayomi. Sampai kemudian pada 12 Desember 1964, Benny menikah dengan Hartini. Tapi, menurut Hartini, Benny sebagai seorang prajurit jarang sekali membicarakan soal tugasnya. Bahkan, ketika sudah jadi suaminya, Benny sering sekali tiba-tiba menghilang tanpa memberitahu kemana dalam waktu lama. Hartini maklum, begitulah tugas suaminya. Ia pun tak pernah menanyakan soal tugas Benny. "Orangnya pendiam, tak pernah membicarakan tugas dan pekerjaannya,” kata Hartini seperti dikutip dari buku,"Benny Moerdani yang Belum Terungkap." Tapi Benny adalah sosok suami yang sangat mencintai istrinya. Menurut buku,"Benny Moerdani yang Belum Terungkap,"kemana pun Benny ditugaskan, Perwira komando yang kenyang dengan berbagai pertempuran sejak zaman Belanda ini selalu membawa foto istrinya, Hartini. Foto istrinya, selalu disimpannya di dalam dompet tahan air milik Benny. Nah, ada cerita menarik dibalik pernikahan Benny dengan Hartini. Rupanya, ada peran Bung Karno dibalik pernikahan mereka. Presiden Soekarnolah yang mendesak Benny agar segera menikah dengan Hartini. Bahkan beberapa hari setelah Benny dan Hartini menikah di kantor Catatan Sipil Jakarta, Presiden Sukarno merayakan pesta pernikahan mereka di Istana Bogor. Cerita menarik lainnya tentang si Raja Intel adalah soal makanan. Letnan Jenderal Marinir Nono Sampono, mantan ajudan Benny, bercerita Benny selalu makan makanan yang dibuat istrinya. Makanan itu kadang dibawanya ke kantor dengan diwadahi rantang. Atau diantarkan ke kantor saat Benny tak membawanya sendiri. "Untuk makan siang dan malam, pasti makanan dari rumah, Walau ada acara makan-makan, bekal rantangnya akan dimakan dulu. Itu cara beliau menghormati Ibu Benny di rumah," kata Letjen Marinir Nono Sampono yang pernah jadi ajudannya.