У нас вы можете посмотреть бесплатно Mengenal Iron Dome, Sistem Pertahanan Canggih Israel yang Ditembus Hamas или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Saling serang roket Hamas dan Israel sejak Sabtu (7/10/2023) semakin memanas. Senin ini, (9/10), sistem pertahanan udara Iron Dome Israel akhirnya berhasil mencegat roket yang diluncurkan Hamas dari Jalur Gaza. Dari sini muncul pertanyaan soal apa itu iron dome? Mengapa sistem pertahanan yang diklaim canggih itu masih bisa ditembus roket Hamas, di mana letak kelemahannya? Lalu, teknologi pertahanan seperti apalagi yang akan dikembangkan? Iron Dome adalah sistem pertahanan udara yang dikembangkan perusahaan Israel, Rafael Advanced Defense Systems atau RADS dan Israel Aerospace Industries, dengan dukungan finansial dan teknis dari Amerika Serikat. Diklaim sebagai sistem pertahanan paling canggih dengan tingkat keberhasilan lebih dari 90 persen saat ini, Iron Dome dirancang untuk menghentikan roket dan artileri jarak pendek seperti yang ditembakkan dari Gaza serta untuk mengantisipasi ancaman jarak menengah dan jauh, termasuk pesawat, drone, roket, dan rudal. Iron Dome mengandalkan sistem radar dan analisis untuk menentukan apakah roket yang masuk merupakan ancaman, kemudian menembakkan pencegat hanya jika roket yang masuk berisiko mengenai daerah berpenduduk atau infrastruktur penting. Pencegat, yang ditembakkan secara vertikal baik dari unit bergerak maupun situs peluncuran statis, dirancang untuk meledakkan roket yang masuk di udara, kemudian menghasilkan ledakan di langit yang menyertai sirene peringatan. Meski diklaim sistem tercanggih, sejumlah analis militer pernah menyatakan sistem ini punya kelemahan. Dan serangan mendadak Hamas beberapa hari lalu membuktikannya. Menghadapi Iron Dome, militer Hamas berusaha mencari cara menembus sistem pertahanan tersebut. Beberapa cara yang ditempuh, yaitu menembakkan rudal jarak jauh. Selain itu, Hamas juga menembakkan roket salvo, yaitu dengan meluncurkan puluhan bahkan ratusan roket secara simultan atau beruntun dalam satu waktu. Hal ini karena system skrining Iron Dome diduga memiliki titik jenuh. Kendati Iron Dome dinilai efektif mencegat serangan, tetapi tidak mampu menahan rentetan roket yang bertubi-tubi dalam satu waktu. Artinya di antara roket-roket yang berhasil ditahan, tetap ada roket yang lolos. Serangan simultan terbukti bisa menembus sistem dan menimbulkan kerusakan. Sadar pertahanan iron dome bisa dijebol Hamas, dua bulan lalu, yakni Minggu (27/8/2023), Israel mengumumkan akan menggunakan sistem pertahanan udara baru, yaitu sistem petahanan laser yang disebut Iron Beam. Iron Beam yang akan mulai aktif beroperasi mulai 2024 adalah hasil kerja sama penelitian dan pengembangan antara produsen teknologi persenjataan militer RADS dengan Kementerian Pertahanan Israel yang telah berlangsung lebih dari dua dekade. Sistem ini akan melengkapi sistem pertahanan udara yang sudah ada selama ini. Sistem yang dimaksud meliputi Iron Dome untuk jarak pendek, David’s Sling untuk jarak menengah, dan Sistem Pertahanan Udara Arrow serta Rudal Patriot untuk jarak jauh. Bila sistem pertahanan udara Iron Dome menggunakan roket kecil untuk mencegat rudal atau roket musuh, sistem Iron Beam ini memanfaatkan sinar laser yang diarahkan ke persenjataan musuh, lalu memanaskannya hingga hancur. #israel #palestine #hamas #internasional ===================================== Simak kumpulan video berita Harian Kompas: https://klik.kompas.id/videoberita Info langganan harian Kompas & www.kompas.id: https://bit.ly/3J9LO2h Subscribe Youtube Harian Kompas: https://bit.ly/3bIgBY9 Ikuti media sosial Harian Kompas Twitter: / hariankompas Facebook: / Instagram: / hariankompas