У нас вы можете посмотреть бесплатно Meraih Keutamaan dan Ampunan di Bulan Ramadan yang Penuh Berkah || Dr. H. Joni Rahmat Pramudia, MA или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Hadirin jamaah shalat tarawih yang dimuliakan Allah Subhanahu wa Ta'ala. Segala puji bagi Allah atas segala anugerah nikmat-Nya, sehingga pada malam yang berbahagia ini kita masih diberikan bimbingan, taufik, dan hidayah untuk melaksanakan rangkaian ibadah saum dan ibadah lainnya di bulan Ramadan. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan alam, Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga, sahabat, dan pengikutnya. Semoga kita semua mendapatkan syafa’atul ‘uzhma dari beliau SAW di hari akhir nanti. Saat ini kita telah memasuki malam ketiga (atau keempat) shalat tarawih. Sampainya kita di titik ini tidak lepas dari doa yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW: اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya'ban, dan sampaikanlah kami pada bulan Ramadan (HR. Ahmad & Tabarani) Bulan Ramadan adalah bulan yang sangat istimewa (Syahrul Mubarak). Ia adalah satu-satunya bulan yang namanya disebutkan secara eksplisit di dalam Al-Qur'an. Saking mulianya, Baginda Nabi SAW bersabda: رَمَضَانُ شَهْرُ اللَّهِ Ramadan adalah bulannya Allah Keutamaan bulan ini dibandingkan bulan-bulan lainnya bagaikan perbandingan antara Allah dengan makhluk-Nya. Bahkan, Nabi SAW menegaskan bahwa seandainya umat manusia mengetahui apa yang terkandung di dalam bulan Ramadan, niscaya mereka akan berharap agar sepanjang tahun adalah bulan Ramadan. Keistimewaan Puasa Ramadan Ibadah saum memiliki kedudukan yang sangat luar biasa dibandingkan ibadah lainnya seperti zakat atau haji. Salah satu keistimewaannya adalah pahalanya yang tidak terbatas (unlimited). Dalam sebuah Hadits Qudsi, Allah SWT berfirman: كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلَّا الصَّيَامَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ Setiap amal manusia adalah untuknya kecuali puasa. Sesungguhnya puasa itu adalah untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya (HR. Bukhari & Muslim). Besarnya balasan ini tergantung pada tingkat keikhlasan kita. Allah memberikan penghargaan luar biasa kepada hamba yang mau merelakan hawa nafsunya, makan, dan minum demi Dia. Oleh karena itu, Nabi SAW menjanjikan: مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ Barangsiapa yang berpuasa Ramadan karena iman dan mengharap pahala, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. (HR. Bukhari & Muslim). Menjaga Kualitas Saum Hadirin yang mulia, kita harus menjaga lisan dari ghibah dan fitnah, serta menjaga hati dari sifat hasad agar pahala puasa tidak gugur. Jangan sampai kita termasuk orang yang merugi sebagaimana peringatan Nabi SAW: رُبَّ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ إِلَّا الْجُوعُ وَالْعَطَشُ Berapa banyak orang yang berpuasa, namun tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya kecuali rasa lapar dan dahaga. (HR. Ahmad & Ibnu Majah). Peringatan dan Ancaman Ramadan bukan hanya tentang kemuliaan, tapi juga mengandung ancaman bagi yang tidak sungguh-sungguh. Dikisahkan saat Nabi SAW menaiki mimbar, beliau mengucapkan "Amin" sebanyak tiga kali karena doa Malaikat Jibril. 1. Pertama: Celakalah orang yang menjumpai Ramadan, namun melewatinya tanpa mendapatkan ampunan atas dosa-dosanya. 2. Kedua: Celakalah orang yang menjumpai kedua orang tuanya (atau salah satunya) masih hidup, namun hal itu tidak memasukkannya ke dalam surga. Hal ini selaras dengan prinsip: رِضَى اللهِ فِي رِضَى الْوَالِدَيْنِ Rida Allah ada pada rida kedua orang tua.(HR. Tirmidzi) 3. Ketiga: Celakalah orang yang ketika nama Nabi Muhammad SAW disebutkan, ia tidak bershalawat kepadanya. Penutup dan Doa Sebagai penutup, marilah kita jadikan Ramadan ini sebagai sarana memperkokoh keyakinan agar kita kembali pada kesucian (fitrah) di hari raya nanti dan mencapai derajat takwa. اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِمَّنْ يَسْتَمِعُونَ الْقَوْلَ فَيَتَّبِعُونَ أَحْسَنَهُ. اللَّهُمَّ بَلِّغْنَا تَمَامَ رَمَضَانَ وَاجْعَلْنَا مِنَ الْمُتَّقِينَ. رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا صِيَامَنَا وَقِيَامَنَا وَصَالِحَ أَعْمَالِنَا. "Ya Allah, jadikanlah kami termasuk orang-orang yang mendengarkan perkataan (nasihat) lalu mengikuti yang terbaik di antaranya. Ya Allah, sampaikanlah kami pada kesempurnaan (akhir) Ramadan dan jadikanlah kami bagian dari golongan orang-orang yang bertakwa. Wahai Tuhan kami, terimalah dari kami ibadah puasa kami, salat malam kami, serta amal-amal saleh kami." Terima kasih atas segala perhatiannya, mohon maaf atas segala kekurangan. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Wallahu a’lam, Aan MF