У нас вы можете посмотреть бесплатно SENI LUKIS TRADITIONAL BALI (ERA PITA MAHA) | TEMA BERGANTI, ORIENTASI BERUBAH или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Masuknya kekuasaan Hindia Belanda di Nusantara juga menarik seniman asing datang ke Bali. Yang banyak dibicarakan secara lisan dan tertulis dalam perkembangan seni lukis Bali di jaman Hindia Belanda adalah Walter Spies dan Rudolf Bonnet. Padahal 20 tahun atau 2 dekade sebelum kedatangan Walter Spies itu telah hadir di Singaraja seorang pelukis dan penulis Wijnan Otto Jan Nieuwenkamp pada tahun 1904. WOJ. Nieuwenkamp saat itu telah mempromosikan Bali lewat karya-karyanya di luar negeri. Juga memperkenalkan teknik melukis dan gaya baru kepada seniman lokal. Ada relief seorang asing bersepeda di Pura Maduwekarang di Desa Kubutambahan. Namun pengaruhnya tidak sebesar Walter Spies dan Rudolf Bonnet dengan organisasi Pita Maha yang berdiri tahun 1930-an. Yang memamerkan karya seni rupa Bali keluar Bali dan ke luar negeri . Setelah Rudolf Bonnet kemudian menyusul penulis dan pelukis Miguel Covarubias pada tahun 1933 dari Meksiko, fotografer dan pelukis Robert Koke dan Louise Garrett Koke dari Amerika Serikat, pelukis dari Belgia Jean Adrien Le Mayeur kemudian pelukis lain dari Belanda Willem Gerrard Hofker pada tahun 1938 dan seterusnya. Organisasi Pita Maha dengan kurator kuncinya Rudolf Bonnet dan Walter Spies telah mengukir kuat pengaruhnya pada perkembangan seni lukis Bali dengan adanya Seni Lukis Gaya Ubud, Seni Lukis Gaya Batuan dan Seni Lukis Gaya Sanur. Organisasi Pita Maha yang resmi berdiri pada 29 Januari 1936 dengan tokoh Walter Spies, Rudolf Bonnet, Mrs. Van der Sleen van Wessem bersama seniman lokal Bali I Gusti Nyoman Lempad serta dukungan kuat dari Puri Ubud oleh Tjokorde Gede Raka Sukawati dan Tjokorde Gde Agung Sukawati. Era Pita Maha dianggap sebagai modernisasi seni lukis Bali. Pita Maha boleh dikatakan bubar sebagai organisasi saat kematian Walter Spies tahun 1942 pada masa Perang Dunia II. Ternyata memerlukan waktu sekitar 30 tahun sampai lahirnya mazhab baru seni lukis di Bali. Setelah kedatangan Arie Smit di Bali tahun 1956 kemudian tinggal di Campuhan Ubud. Arie Smit bersama anak-anak di Dusun Penestanan melahirkan Seni Lukis Young Artist style. Seni lukis yang dibidani kelahirannya oleh Arie Smit pada tahun 1960-an ini merupakan antitesis dari mazhab seni lukis sebelumnya.