У нас вы можете посмотреть бесплатно I MISS YOU I NOVEL I MISS YOU I FERY SISI LAIN или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
I MISS YOU Novel karya Debu PROLOG Suara yang Tidak Pernah Pergi Tuhan tidak pernah meninggalkan manusia. Manusialah yang sering meninggalkan Tuhan. Tidak dengan kaki. Tidak dengan jarak. Tapi dengan lupa. Dan lupa adalah bentuk kepergian paling sunyi. Ada satu kalimat yang tidak pernah terdengar oleh telinga, namun selalu terasa oleh jiwa. "I miss you." Aku merindukanmu. Bukan dari manusia kepada manusia. Tapi dari Tuhan kepada hamba-Nya. Bisikan itu datang setiap hari. Setiap waktu. Setiap detik yang berlalu tanpa kesadaran. Ia datang saat kita tertawa terlalu lepas. Saat kita sibuk mengejar dunia yang fana. Saat kita merasa kuat tanpa perlu bersandar kepada siapa pun. Ia datang… dan seringkali diabaikan. Bukan karena Tuhan berhenti memanggil. Tapi karena hati kita terlalu bising untuk mendengar. Manusia aneh. Saat diberi waktu, ia merasa abadi. Saat diberi kesehatan, ia merasa kebal. Saat diberi cinta dunia, ia lupa kepada Pemilik cinta itu sendiri. Padahal setiap nafas adalah pinjaman. Setiap detak jantung adalah izin. Setiap pagi adalah kesempatan untuk kembali. Namun manusia selalu berpikir masih ada nanti. Masih ada waktu. Masih ada kesempatan. Sampai akhirnya waktu itu sendiri yang memanggilnya pulang. Dan pada saat itu, manusia baru sadar— bahwa selama ini ada suara yang terus memanggilnya. Dengan sabar. Dengan lembut. Dengan cinta yang tidak pernah habis. "I miss you." Aku tidak tahu kapan pertama kali aku mendengar suara itu. Mungkin saat aku kehilangan sesuatu yang sangat aku cintai. Atau mungkin saat aku menyadari bahwa tidak semua yang datang akan tinggal. Atau mungkin saat aku melihat kematian berdiri begitu dekat, menatapku tanpa bicara. Sejak saat itu, aku mulai mengerti. Bahwa kehilangan bukan selalu hukuman. Kadang ia adalah undangan. Undangan untuk pulang. Undangan untuk kembali. Undangan untuk menjawab satu kalimat yang selama ini aku abaikan. "I miss you." Namaku bukan siapa-siapa. Aku hanya seseorang yang pernah tersesat terlalu jauh. Aku pernah mencintai dunia seolah dunia adalah rumahku. Aku pernah mencintai manusia seolah mereka adalah segalanya. Aku pernah melupakan Tuhan seolah aku tidak akan pernah kembali kepada-Nya. Sampai akhirnya Tuhan mengambil sesuatu dariku. Bukan untuk menghancurkanku. Tapi untuk menyadarkanku. Bahwa aku bukan milik dunia. Aku milik-Nya. Ini bukan hanya cerita tentang cinta. Ini cerita tentang pulang. Tentang dua jiwa yang tersesat. Tentang Pastel. Tentang aku. Tentang kehilangan, kematian, dan panggilan yang tidak pernah berhenti. Dan semua ini dimulai… dari satu kalimat sederhana. "I miss you." baca gratis di sini 👉 https://gwp.id/story/146629/i-miss-you