У нас вы можете посмотреть бесплатно Koleksi Ketiga Mangga Red Ivory dengan sistem Sambung Pucuk Full Lilitan или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Red Ivory adalah varietas mangga premium yang semakin populer di kalangan petani dan pecinta buah tropis. Warna kulitnya merah lembut seperti gading, itulah asal nama “Ivory.” Daging buahnya berwarna oranye cerah, lembut tanpa serat, dan rasanya manis berpadu sedikit aroma bunga yang khas. Sekali melihatnya, siapa pun tahu: ini bukan mangga biasa. Namun, menumbuhkan Red Ivory dari biji tidak menjamin hasil yang sama. Sifat unggulnya bisa hilang, kualitasnya tidak stabil, bahkan pohonnya bisa tumbuh lama sebelum berbuah. Di sinilah peran penting grafting, atau sambung pucuk — teknik penyatuan dua bagian tanaman untuk menghasilkan pohon baru yang lebih unggul. Grafting Red Ivory dimulai dari pemilihan batang bawah yang kuat — biasanya dari varietas lokal seperti Manalagi atau gadung, yang sudah terbukti tahan terhadap kondisi tanah dan cuaca tropis Indonesia. Batang bawah inilah yang menjadi fondasi, sumber kekuatan akar, dan ketahanan terhadap penyakit. Sementara bagian atas, atau entres, diambil dari pohon indukan Red Ivory yang sehat dan produktif. Dua karakter berbeda ini kemudian disatukan dengan ketelitian dan kesabaran. Dengan pisau yang tajam dan tangan yang terlatih, batang bawah dibelah sesuai ukuran entres. Kemudian, batang Red Ivory disisipkan dengan sudut yang tepat, agar jaringan kambium keduanya bertemu sempurna. Proses ini tampak sederhana, namun sejatinya penuh filosofi: dua bagian berbeda yang bersatu untuk tumbuh lebih kuat bersama. Setelah penyambungan, bagian graft ditutup rapat menggunakan plastik PE 02 — plastik bening lentur yang menjaga kelembapan dan mencegah udara masuk, sekaligus memungkinkan sinar matahari menembus. Inilah yang disebut teknik grafting full lilit, metode yang kini banyak digunakan karena tingkat keberhasilannya tinggi. Lilitan yang rapi dan padat akan mempercepat proses penyatuan jaringan. Dalam beberapa minggu pertama, proses yang tak terlihat oleh mata terjadi di dalam sambungan itu. Sel-sel dari batang bawah dan entres mulai saling mengenali, saling tumbuh, membentuk jaringan baru yang utuh. Dan saat tunas pertama Red Ivory muncul di atas batang bawah — itulah tanda kehidupan baru telah dimulai. Red Ivory yang tumbuh dari grafting memiliki banyak keunggulan dibanding pohon dari biji. Pertama, masa berbuah jauh lebih cepat — hanya 1,5 hingga 2 tahun setelah sambung, pohon sudah bisa menghasilkan bunga pertama. Kedua, sifat unggul induk tetap terjaga, baik dari rasa, warna, maupun ukuran buah. Ketiga, tahan terhadap kondisi lokal, karena batang bawah dari varietas Indonesia sudah beradaptasi dengan baik terhadap iklim tropis dan tanah beragam. Dari sisi penghobi, teknik ini sangat menguntungkan. Dengan satu sistem akar yang kuat, mereka bisa menghasilkan buah premium berharga tinggi. Red Ivory sendiri dikenal sebagai mangga kelas ekspor, banyak diminati karena penampilannya yang eksotik dan daya simpan yang baik. Buahnya tidak mudah memar, kulitnya tebal namun tetap lembut, membuatnya aman dikirim jarak jauh. Dan dari sisi estetika, Red Ivory juga memikat siapa pun yang melihatnya. Warna merah muda keoranyean pada kulit buah memberi kesan elegan, hampir seperti buah tropis dari negeri dongeng. Ketika matang sempurna, aromanya lembut tapi menggoda, dan setiap gigitan terasa manis seperti madu dengan sentuhan asam yang halus. Tidak heran banyak yang menyebutnya sebagai “si ratu mangga modern.” #grafting #mango #manalagi #harummanis #mangga #redivory #kiojay #okulasi #okulasimangga #tanaman #bonsai