У нас вы можете посмотреть бесплатно Oky - Trotoar menuju ibu kota jakarta (Official vidio lirik) или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
#Smstudioproductionofficial #Andrianokymaringka #smmusik lagu ini karangn saya sendiri yang berjudul : "trotoar menuju ibu kota jakarta" karya Andrian oky maringka dengan lirik lagu Debu terminal masih menempel di sepatu bot Ransel kanvas di punggung, terasa makin berbobot Di tangan kiri, hardcase gitar penuh stiker terkelupas Di dalamnya tersimpan nyali yang tak mau kandas Orang kampung bilang aku mengejar asap Pergi ke kota di mana mimpi seringkali lenyap Tapi di desa ini, laguku hanya jadi angin lalu Aku butuh panggung yang lebih bising, lebih baru (Pre-Chorus) Bus ekonomi melaju, membelah jalur Pantura Meninggalkan sawah hijau, menuju hutan menara Kaca jendela bergetar, menahan laju angin malam Aku menatap ke depan, pada nasib yang masih kelam (Chorus) Jakarta... dengar aku datang membawa nada Bukan dengan emas, tapi dengan chord yang sederhana Di antara deru klakson dan beton yang angkuh Aku musisi jalanan, yang menolak untuk rapuh Siapkan trotoarmu, di bawah lampu merkuri Biar receh demi receh menjadi saksi Bahwa di kota yang konon tak punya hati Ada suara dari pinggiran yang berani bermimpi (Verse 2) Pemandangan berubah, langit mulai berwarna tembaga Gedung-gedung pencakar langit menusuk angkasa Selamat datang di rimba di mana yang lemah terinjak Di mana bakat saja tak cukup kalau tak pandai bertindak Tanganku kapalan, ujung jari mulai menebal. Ini bukan sekadar hobi, ini soal mental Aku tak peduli tidur beralas koran bekas nanti malam Asal laguku bisa terdengar di tengah kejam (Bridge) (Petikan gitar sedikit lebih intens, vokal lebih menekan) Mungkin mereka benar, aku hanya pungguk merindukan bulan Mungkin besok aku kalah dan terpaksa pulang Tapi setidaknya aku mencoba bertarung Daripada menua di teras rumah dan termenung! (Chorus) Jakarta... dengar aku datang membawa nada Bukan dengan emas, tapi dengan chord yang sederhana Di antara deru klakson dan beton yang angkuh Aku musisi jalanan, yang menolak untuk rapuh Siapkan trotoarmu, di bawah lampu merkuri Biar receh demi receh menjadi saksi Bahwa di kota yang konon tak punya hati Ada suara dari pinggiran yang berani bermimpi (Outro) (Tempo melambat, kembali ke petikan sederhana seperti intro) Kaki menapak di aspal panas Pulogadung... Inilah panggung terbesarku... Hirup napas dalam-dalam... Satu, dua... mari kita mulai. (Suara petikan gitar terakhir, ditutup dengan suara riuh rendah suasana jalanan Jakarta yang