У нас вы можете посмотреть бесплатно Jelang Imlek 2026, Vihara Dharma Agung Makassar Gelar Ritual Api Homa dan Barongsai или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
#tribuntimur #tribunviral #ritual #apihoma #barongsai #perayaanimlek #viharadharmaAgung Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Jelang perayaan Hari Raya Imlek, berbagai persiapan dilakukan pengurus vihara di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Seperti yang dilakukan pengurus dan jemaat Vihara Dharma Agung, Jl Sungai Cerekang, Kelurahan Pisang Utara, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar, Minggu (1/2/2026). Ratusan umat Buddha mengikuti ritual Api Homa, sebagai bentuk persembahan tulus kepada dewa atau mahluk suci melalu media api. Ritual sakral berupa menyalakan bara api, itu diikuti dengan khidmat oleh para jemaat. Selain itu, pertunjukan barongsai yang merupakan pertunjukan seni tradisional masyarakat Tionghoa. Tabuhan tambur barongsai, simbal dan gong mengiringi pertunjukan tradisi itu. Ada dua barongsai singa yang diperagakan. Keduanya masing-masing berwarna kuning dan putih. Tak sedikit ummat yang menyawer para peraga barongsai yang menjadi simbol keberuntungan dan kebangkitan budaya Tionghoa itu. Ketua Vihara Dharma Agung, Robert Moha, mengatakan ritual Api Homa dibagi menjadi dua bagian. "Salah satu bagian adalah mohon pemberkatan, satunya lagi adalah menyambut dewa rejeki," kata Robert Moha. Dewa rejeki yang dimaksud Robert Moha adalah sesuatu dengan momen Imlek tahun ini yaitu Shio Kuda. Shio Kuda ini melambangkan semangat kebebasan, energi positif, dan kerja keras. "Tahun baru di 2026 ini, kuda punya," ujarnya. Dalam ritual Api Homa itu, lanjut Robert ada beragam persembahan yang disajikan. "Beberapa bahan persembahan yang kami lakukan itu antara lain makanan, baju, pakaian," terang Robert. Robert mengaku, persembahan yang dibakar dalam tungku Api Homa itu, tidak sama dengan umat Buddha lainnya. "Yang dimana persembahan yang kita lakukan mungkin dengan teman-teman umat Buddha lainnya tidak sama, kami ini Vihara Tantrayana, aliran kita seperti yang ada di Tibet," ujarnya. Sementara itu, Panrita Vihara Dharma Agung, Hendrik menjelaskan, ritual Api Homa merupakan bentuk persembahan dengan harapan mendapatkan kekayaan. "Diharapkan dengan kekayaan yang kita dapatkan berkat bantuan pemberkatan dari para Budha Bodhisatwa sepanjang tahun ini, Kita juga dapat berbagi kepada semua ummat" tuturnya. Reporter: Muslimin Emba Narator: Rasni Gani Supporting: Muh Khairan Kamil (Mahasiswa magang Unhas) Editor video: Muh Khairan Kamil (Mahasiswa magang Unhas) Sanovra J.R (TRIBUN-TIMUR.COM) Update info terkini via http://tribun-timur.com/ YouTube business inquiries: 081144407111