У нас вы можете посмотреть бесплатно Momen Dua Teman Kuliah Jokowi jadi Saksi Gugatan Ijazah di Solo или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
JAKARTA, KOMPASTV Sidang lanjutan gugatan citizen law suit terkait ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo kembali digelar di Pengadilan Negeri Surakarta, Jawa Tengah, Selasa (27/1/2026). Dalam persidangan ini, tergugat satu Joko Widodo menghadirkan dua saksi yang merupakan teman satu angkatan di Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM). Dua saksi tersebut yakni Saminudin Barori Tou dan Mustoha Iskandar. Keduanya memberikan keterangan mengenai aktivitas akademik Joko Widodo semasa kuliah, termasuk memastikan bahwa Jokowi benar menempuh pendidikan dan lulus dari Fakultas Kehutanan UGM. Saminudin turut menceritakan pertemuannya bersama sejumlah alumni dengan Roy Suryo dan rekan-rekannya. S Sementara Mustoha menyatakan bahwa berbagai aktivitas alumni, termasuk reuni, terdokumentasi dengan baik. Namun, kuasa hukum penggugat, Muhammad Taufiq, memberikan sejumlah catatan kritis atas keterangan para saksi. Menurutnya, ada beberapa poin penting yang justru menguatkan keraguan pihak penggugat. "Dua saksi sepakat mengatakan tidak mungkin di UGM itu skripsi tanpa ada tanda tangan pembimbing. Minimal pembimbing utama. Jadi itu prinsip," ujar Muhammad Taufiq di persidangan. Ia juga menegaskan bahwa para saksi mengaku belum pernah melihat ijazah asli Joko Widodo. Sementara itu, kuasa hukum Joko Widodo, YB Irpan, menilai keterangan para saksi justru menjawab berbagai keraguan yang selama ini dipersoalkan penggugat, termasuk soal materai, foto ijazah, hingga isu sosok Mulyono yang sempat viral. "Materai yang tertempel di dalam ijazah tersebut adalah sama, warnanya hijau, nilainya Rp100 rupiah. Selama ini dipersoalkan karena bukan 500, maka hari ini terjawablah sudah," kata Irpan. Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya! Video Editor: Novaltri #jokowi #ijazahjokowi #ugm Baca Juga Dinkes DKI Jakarta Ingatkan Lonjakan DBD Mengintai, Puncaknya MaretMei di https://www.kompas.tv/lifestyle/64658... Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/646604...