У нас вы можете посмотреть бесплатно STASIUN JUWANA (JOANA) PATI || SEKARANG JADI PARKIRAN TRUK DAN LAPANGAN BULU TANGKIS || WARISAN SJS или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Stasiun Juwana (JU) adalah stasiun kereta api nonaktif kelas I yang terletak di Doropayung, Juwana, Pati. Stasiun ini termasuk dalam Wilayah Aset IV Semarang serta merupakan stasiun terbesar kedua di Kabupaten Pati. Dalam sejarahnya, stasiun ini diresmikan oleh Samarang–Joana Stoomtram Maatschappij (SJS). Perusahaan ini disahkan sebagai badan hukum pada tanggal 18 Maret 1881 berdasarkan konsesi tertanggal 1 Desember 1879, bertujuan untuk menghubungkan wilayah Lingkar Muria Raya dengan Semarang menggunakan moda kereta api. Sesuai namanya (Samarang–Joana), pertama-tama perusahaan ini membangun jalur kereta api yang menghubungkan Stasiun Samarang Centraal (Jurnatan) melalui Demak, Kudus, dan berakhir di Juwana. Untuk menjangkau daerah lainnya di Lingkar Muria, dari stasiun ini kemudian dibangun kelanjutan menuju Rembang dan berakhir di Jatirogo. Selain itu dari Juwana juga dibangun percabangan menuju Tayu. Semua jalur menggunakan lebar sepur 1.067 mm. Terkait dengan penamaan kecamatan Juwana, dahulu nama tempat ini oleh orang Belanda disebut Joana, bahkan nama "Joana" terdapat pada nomenklatur perusahaan ini. Jalur dan stasiun ini kemudian terus beroperasi di bawah bendera DKA, PNKA, hingga masa-masa emas PJKA sepanjang dekade 1970-an. Walaupun jalurnya sudah dimiliki oleh DKA, SJS baru dilikuidasi pada tahun 1959 bersamaan dengan dikeluarkannya Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 1959 oleh Soekarno. Jalur-jalur SJS ini terus berguguran. Jalur Juwana–Tayu ditutup tahun 1975, sedangkan jalur Kemijen–Rembang ditutup tahun 1986. Tetapi perlu dicatat bahwa dalam catatan dan foto yang dibuat dan dipotret oleh Michiel van Ballegoijen de Jong dalam bukunya yang berjudul Spoorwegstations op Java, ternyata jalur tersebut belum dibongkar sebelum akhirnya dibongkar seluruhnya pada tahun 1996, ditandai dengan penutupan jalur Rembang–Blora dan Wirosari–Kradenan. Saat ini stasiun ini dimanfaatkan sebagai gelanggang bulu tangkis oleh warga setempat dan tidak ada reaktivasi untuk jalur dan stasiun ini. dan semoga di reaktivasi lagi jalur kereta api di utara pulau jawa ini. ============================================================== --- FACEBOOK : / yulius.kristianto.96 --- Email For Bussiness : Yuliuskristianto9@gmail.com --- Source Video Jadul : https://www.eyefilm.nl ===============================================================