У нас вы можете посмотреть бесплатно Wanita ini nekat menyusup ke bus penuh gangster demi selamatkan sandera. или скачать в максимальном доступном качестве, видео которое было загружено на ютуб. Для загрузки выберите вариант из формы ниже:
Если кнопки скачивания не
загрузились
НАЖМИТЕ ЗДЕСЬ или обновите страницу
Если возникают проблемы со скачиванием видео, пожалуйста напишите в поддержку по адресу внизу
страницы.
Спасибо за использование сервиса ClipSaver.ru
Seorang wanita cantik membuka tirai bus. Namun tiba-tiba, bus itu digempur oleh tembakan dari para tentara yang menghancurkan kaca-kaca jendelanya. Rupanya, sebelumnya telah terjadi pengejaran—sekelompok gangster yang melarikan diri dari tentara masuk ke dalam bus tersebut dan menyandera para penumpangnya. Dengan senapan dan pistol di tangan, mereka mengancam agar tidak ada yang bergerak. Ternyata, wanita cantik yang muncul di awal tadi adalah adik dari salah satu tentara. Ia berniat membantu menyelamatkan para sandera. Diam-diam, ia memberi isyarat kepada kakaknya bahwa ia ingin membantu. Awalnya sang kakak ragu, namun akhirnya ia membalas isyarat itu sambil berteriak, “Jangan panik.” Wanita itu pun berjalan mendekati bus dengan tenang. Seorang gangster langsung menodongkan senapan ke arahnya, namun si wanita meminta agar seorang anak perempuan yang ada di dalam bus diperbolehkan keluar. Gangster itu menyeringai dan berkata, “Apa kamu nggak takut mati?” Namun wanita itu memohon dengan tulus, karena ia benar-benar iba pada anak kecil tersebut. Gangster itu akhirnya mengizinkan wanita itu masuk ke dalam bus. Tapi begitu di dalam, mereka malah mempermainkannya dan tidak mengizinkan wanita itu keluar. Di luar, para tentara mulai panik karena wanita tersebut belum juga keluar. Salah satu dari mereka mengatakan bahwa wanita itu adalah adik adiknya. Mereka tidak berani bertindak gegabah, karena para penumpang masih disandera. Merasa ada kesempatan, si wanita mencoba mengambil ponselnya diam-diam. Namun saat hendak mengirim pesan, salah satu gangster hampir memergokinya. Untung saja, ia cepat menyembunyikannya kembali. Setelah gangster itu tidak memperhatikannya, ia membuka ponselnya dan berhasil mengirim pesan kepada salah satu tentara. Tentara itu terkejut saat mengetahui pesan itu berasal dari dalam bus. Setelah melihat nomor pengirim, kakaknya langsung berkata, "Itu nomor adikku!" Dalam pesan itu, si wanita menyampaikan bahwa ada delapan gangster bersenjata di dalam bus. Informasi itu membuat para tentara semakin waspada, karena mereka tak hanya berhadapan dengan para penjahat, tetapi juga harus menjaga keselamatan para sandera. Kakaknya lalu meminta temannya untuk mengirim pesan balasan ke adiknya, menanyakan bagaimana mereka bisa mengetahui posisi para gangster, mengingat kaca bus tertutup tirai. Saat wanita itu hendak membalas pesan, salah satu gangster menodongkan pistol ke arahnya. Namun lagi-lagi, ia cepat menyembunyikan ponselnya. Begitu situasi memungkinkan, dia membalas pesan itu dan mengatakan bahwa semua gangster sedang berdiri. Ia juga berencana memberi aba-aba kepada para penumpang untuk tetap menunduk. Siwanita menyuruh tentara agar menembak dibagian kaca bus. Dengan penuh ketegangan, sang kakak menyuruh adiknya memberi isyarat dengan membuka tirai bus jika sudah siap. Wanita itu memperingatkan seluruh penumpang agar tetap menunduk dan tidak bergerak. Semua penumpang mengerti dan mengikuti instruksinya. Tepat saat ia hendak memberi isyarat, seorang penumpang tua justru berdiri meminta izin ke kamar mandi. Tapi gangster tidak mengizinkannya berpindah, dan wanita itu lega karena rencananya masih bisa dijalankan. Ia kembali mewanti-wanti para penumpang agar menunduk lebih dalam. Sementara itu, sopir bus yang dari tadi mengisi bensin terlihat sudah selesai, dan para gangster merasa senang karena mereka segera bisa kabur. Di luar, para tentara terus bersiaga, senjata diarahkan ke jendela. Ketika dirasa waktunya sudah siap, wanita itu dengan cepat menarik tirai—tanda bagi para tentara untuk menembak. Dalam sekejap, tembakan dilepaskan. Para gangster yang sedang berdiri langsung tumbang. Semua penumpang selamat karena sejak awal mereka sudah menunduk. Tak berhenti di situ, si wanita segera menuju ke panel kontrol bus, mencoba menghentikan bom waktu yang tertanam di sana. Sayangnya, ia tidak bisa menggagalkannya. Ia pun segera meminta seluruh penumpang untuk keluar secepat mungkin. Tak lama kemudian, bus itu meledak. Sang kakak yang sempat melindungi adiknya terluka parah dalam insiden itu. Namun meskipun terluka, ia merasa bangga pada adiknya—karena hari itu, adiknya telah menyelamatkan banyak nyawa. Yang subcribe chanel ini semoga masuk ke surga.